Bagaimana Cara Mendiagnosa Penyakit Asam Urat

Diagnosis asam urat sangat penting untuk memastikan penderita betul-betul mengalami gangguan sendi ini. Diagnosa asam urat ditegakkan dengan melakukan beberapa tes dan juga mempelajari gejala-gejala yang kerap dialami penderita.

Asam urat merupakan penyakit nyeri sendi, yang bisa terjadi bila seseorang memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darahnya. Penyakit asam urat merupakan penyakit yang dapat mengiritasi serta merusak sendi, saluran kemih, ginjal ataupun area dan organ tubuh lainnya.



Umumnya, gejala yang dirasakan penderita asam urat adalah rasa nyeri yang tiba-tiba menyerang pada sendi di bagian kaki. Seseorang yang menderita asam urat, akan merasa kesulitan untuk berjalan, sehingga aktivitas sehari-hari mereka akan terganggu.

Meskipun asam urat bisa menyerang kapanpun, namun gejala asam urat paling sering menyerang saat malam hari. Gejala-gejala itu antara lain :

  • Pembengkakan dan peradangan pada area sendi;
  • Kulit pada area sendi yang mengalami nyeri mengkilap dan memerah;
  • Penderita merasakan sakit yang tak tertahankan;
  • Saat radang pada sendi mereda, kulit pada area meradang terlihat mengelupas serta terasa gatal dan seterusnya.

Namun begitu, untuk memastikan apakah seseorang benar-benar menderita penyakit asam urat, Anda sebaiknya menemui dokter. Dokter akan melakukan tes khusus untuk mengukur kadar asam urat atau melihat keberadaan kristal-kristal zat tersebut di dalam sendi.

Cara diagnosa asam urat

Diagnosa Asam Urat

Setelah melalui pemeriksaan awal, dokter mungkin akan merujuk anda ke dokter spesialis dalam bidang pengobatan radang sendi (rheumatologist). Penanganan medis dibutuhkan untuk mencegah kekambuhan dan memburuknya kondisi seiring waktu.


 

Beberapa hal yang perlu anda persiapkan sebelum menemui dokter adalah sebagai berikut:

  • Tuliskan gejala yang anda rasakan
  • Perhatikan aktivitas anda akhir-akhir ini, termasuk kegiatan yang kemungkinan menimbulkan stres
  • Buatlah daftar obat-obatan apa yang sedang anda konsumsi saat ini
  • Pelajari riwayat keluarga yang juga mengalami keluhan yang sama
  • Tuliskan daftar pertanyaan untuk ditanyakan ke dokter

Rangkaian hal di atas akan memudahkan dokter dalam menegakkan diagnosa asam urat yang kemungkinan sedang anda alami.

Saat memeriksakan diri, sebelum melakukan tes, dokter biasanya akan menanyakan beberapa hal, diantaranya :

  • Lokasi sendi yang terasa sakit;
  • Seberapa sering gejala yang dirasakan muncul;
  • Seberapa cepat gejalanya berkembang;
  • Makanan yang mengandung purin tinggi yang mungkin sering penderita konsumsi secara rutin;
  • Minuman beralkohol atau minuman berkadar gula fruktosa tinggi yang mungkin sering Anda konsumsi;
  • Penyakit yang mungkin sedang pasien derita
  • Riwayat kesehatan keluarga si penderita
  • Obat-obat yang bisa memicu penyakit asam urat, yang mungkin sedang Anda minum.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dokter di atas, akan menjadi bahan diagnosa dokter untuk mendukung hasil tes yang dilakukannya.

Tes Asam Urat

Setelah melalui sesi wawancara sebagai diagnosis awal, dokter akan melakukan serangkaian tes asam urat yang merupakan satu bagian dari diagnosa asam urat. Berikut ini beberapa tes asam urat yang umum dilakukan dokter:

1. Tes Cairan Sendi

Ini merupakan salah satu jenis tes yang bisa mendeteksi keberadaan kristal asam urat. Dokter akan mengambil sampel cairan sinovial di dalam sendi yang mengalami radang, dengan menggunakan jarum.

Contoh cairan kemudan akan diteliti melalui mikroskop. Bila ternyata pasien menderita asam urat, biasanya kristal-kristal natrium urat hampir selalu terlihat pada sampel cairan sinovial-nya.

Metode tes ini, juga bisa membantu dokter untuk memastikan gejala yang disebabkan oleh penyakit lain, misalnya septic arthritis, dengan gejala pembengkakan dan kemunculan rasa nyeri yang tak tertahankan juga disertai demam. Atau, kristal kalsium pirofostat yang menimbulkan radang yang serupa

2. Pemeriksaan darah

Dokter biasanya akan melakukan sebuah tes yang dinamakan serum uric acid test, untuk mengukur kadar asam urat dalam darah (diagnosa asam urat). Tes ini biasanya dilakukan empat atau enam minggu setelah terjadinya serangan asam urat. Mengapa harus selama itu? Sebab, kadar asam urat dalam darah biasanya tak naik saat serangan masih berlangsung.

Tetapi, tes ini tak cukup untuk untuk menentukan apakah seseorang terkena serangan asam urat. Ada beberapa orang yang kadar asam dalam darahnya tinggi, namun tak mengalami serangan asam urat. Sebaliknya, ada yang kadar asam uratnya normal, namun terserang asam urat.

3. Pemindaian ultrasound (USG)

Memeriksa sendi yang mengalami radang saat ini sangat marak menggunakan pemimdaian ultasound. Mengapa ultrasound banyak digunakan?

Metode ultrasound dianggap sederhana dan relatif aman untuk mendeteksi kristal-kristal natrium urat dalam tulang rawan sendi, atau di bawah kulit yang biasanya tidak akan terlihat melalui pemeriksaan fisik. Penggunaan ultrasound sangat efektif dalam membantu diagnosa asam urat.

4. Pemeriksaan sinar X

Nyeri pada sendi tak selamanya diakibatkan oleh penyakit asam urat. Asam urat, hanyalah satu diantara 200 lebih bentuk penyakit radang sendi yang berbeda-beda. Itulah mengapa agar diagnosis tepat, dokter biasanya akan melakukan tes lebih lanjut, agar bisa dipastikan apakah pasien menderita asam urat atau kondisi lainnya.


 

Pemeriksaan sinar X, biasanya dipergunakan dokter sebagai metode eliminasi. Karena pemeriksaan jenis ini tak bisa mendeteksi radang karena serangan asam urat. Namun, bisa mendeteksi masalah-masalah sendi lainnya, seperti chondrocalcinosis atau penumpukan kristal kalsium pada sendi.

Jadi, jika setelah dilakukan beberapa tes dan tidak ditemukan penyakit asam urat, pemeriksaan sinar X akan dipergunakan. Bila masalah sendi lainnya tak ditemukan, maka kesimpulan dokter bisa lebih mengarah pada penyakit asam urat.

5. Pemeriksaan rutin penyakit asam urat

Pasien biasanya akan diminta untuk melanjutkan pemeriksaan kadar asam uratnya sekitar 4 hingga 6 minggu, setelah serangan asam urat reda. Tujuannya adalah untuk membantu diagnosa asam urat. Dokter juga akan memberikan resep obat penghilang rasa sakit, untuk mengantisipasi radang yang bisa kambuh sewaktu-waktu.

Tujuan Tes Darah Asam Urat

Dokter melakukan tes asam urat untuk:

  • Membantu tegaknya diagnosa asam urat
  • Memeriksa apakah telah terbentuk batu ginjal akibat kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh
  • Mengetahui apakah obat yang dikonsumsi mampu menurunkan kadar asam urat
  • Memeriksa kadar asam urat pada orang yang sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi. Perawatan ini dapat menghancurkan sel kanker tapi dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Hasil Tes Asam Urat

Setelah melalui tes, hasilnya biasanya ada dua yaitu asam urat tinggi, atau asam urat rendah. Beberapa faktor penyebab asam urat tinggi adalah:

  • Konsumsi makanan tinggi purin
  • Mengalami gangguan ginjal
  • Adanya pertumbuhan sel kanker
  • Gangguan lain seperti obesitas, alkoholik, malnutrisi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti vitamin C dan aspirin

Sementara asam urat rendah dalam darah biasanya disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

  • Gangguan hati
  • Kekurangan protein
  • Sindrom SIADH

Setelah mendapatkan hasil tes, dokter dapat menegakkan diagnosa asam urat dengan benar, dan meresepkan obat untuk meredakan gejala yang dirasakan penderita.

Obat apa yang dokter berikan sangat tergantung pada kesehatan penderita. Obat asam urat digunakan untuk mengobati serangan akut dan mencegah serangan di masa depan dan juga mengurangi risiko komplikasi asam urat, seperti pengembangan tophi dari deposit kristal urat.

Tulis Komentar