Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Glukosa atau gula darah sangat penting untuk kinerja dan kesehatan tubuh. Namun, glukosa bisa menjadi masalah jika kadarnya dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dalam jangka panjang maupun jangka pendek, bisa berdampak buruk pada tubuh.

Gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah 80 mg/dL. Sedangkan kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi, jika melebihi angka 200 mg/dL. Dalam ilmu medis, kadar gula darah terlalu tinggi disebut hiperglikemia.



Hipoglikemia maupun hiperglikemia, memiliki efek yang sama-sama berbahaya. Bahkan seseorang yang mengalami gula darah terlalu tinggi atau hiperglikemia juga harus mewaspadai hipoglikemia, sebab masalah kesehatan ini bisa menyerang siapa saja.

Baik Hipoglikemia maupun hiperglikemia adalah jenis komplikasi akut diabetes. Bahaya gula darah yang terlalu tinggi dan terlalu rendah adalah sama-sama dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit lain yang berujung pada kematian.

Gula Darah Tinggi atau Hiperglikemia

Hiperglikemia terjadi ketika tubuh tak memiliki cukup insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Insulin sangat penting untuk menyebarkan gula dalam darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa diproses menjadi energi.

Gula darah terlalu tinggi, banyak diderita penderita diabetes melitus yang memiliki pola hidup dan pola makan yang tak sehat. Misalnya, kurang berolahraga, terlalu banyak makan, ataupun lupa mengkonsumsi obat diabetes atau lupa menginjeksi insulin.

Stres sebabkan gula darah tinggi

Bahaya gula darah tinggi disebabkan sering stres


 

Selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicu hiperglikemia pada penderita diabetes, yaitu:

  • Stres;
  • Mengonsumsi obat-obatan steroid;
  • Sedang menjalani operasi;
  • Sedang terinfeksi penyakit tertentu;

Badan merasa lelah, bobot tubuh berkurang, napsu makan menggila, sering haus dan sering buang air kecil merupakan tanda-tanda seseorang mengalami gula darah terlalu tinggi.

Hiperglikemia, tak hanya dialami penderita diabetes, orang yang tak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama bila sedang menderita sakit berat.

Bahaya diabetes karena kadar glukosa yang melonjak tak terkendali hingga melebihi angka 350 mg/dl, akan membawa dampak yang semakin buruk, seperti tingkat kesadaran menurun, sangat kehausan, perasaan mudah gelisah, penglihatan tidak jelas dan pusing.

Perubahan pada kulit juga bisa terlihat, misalnya memerah, kering dan terasa panas. Penderita juga bisa mengalami infeksi pada gigi dan gusi, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan dan penyakit kardiovaskular.

Dan, bila tak segera mendapat pengobatan, kadar gula yang terlalu tinggi bisa berdampak sangat buruk, seperti terkena komplikasi mematikan ketoasidosis diabetikum atau sindrom diabetes hiperosmolar.

Gula Darah Terlalu Rendah atau Hipoglikemia

Kadar gula terlalu tinggi sebabkan kelelahan

Kadar gula terlalu rendah sebabkan kelelahan

Penderita hipoglikemia, umumnya akan mengalami kondisi antara lain keringat berlebih, lelah, pusing, gemetar, sulit berkonsentrasi, merasa lapar, jantung berdebar-debar, pusing dan juga mudah marah.

Gula darah rendah bisa dialami penderita diabetes dan orang-orang non diabetes. Pada penderita diabetes tipe 1, gula darah rendah diakibatkan oleh injeksi insulin yang melebihi dosis, atau terlalu banyak menggunakan obat-obatan oral pada kasus diabetes tipe 2, yang memicu pelepasan insulin secara berlebihan.

Bisa juga karena tubuh penderita diabetes kekurangan asupan karbohidrat, meski dosis injeksi insulinnya normal. Penyebab terakhir adalah karena terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau alkohol dalam keadaan perut kosong.

Seorang non-diabetes bisa saja mengalami hipoglikemia, jika pankreasnya terlalu banyak memproduksi insulin. Ini biasanya terjadi pada orang yang menderita obesitas, kekurangan nutrisi, efek samping obat-obatan atau menderita penyakit tertentu seperti ginjal, kelenjar adrenal atau kelenjar tiroid.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi rendah, yaitu:

  1. Asupan makanan sedikit dan tidak teratur;
  2. Kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan, misalnya melewatkan sarapan;
  3. Aktivitas fisik terlalu tinggi, contohnya berolahraga berlebihan, namun tidak diimbangi asupan nutrisi yang sesuai dan cukup dengan kebutuhan tubuh;
  4. Kebiasaan minum alkohol dan merokok

Kondisi hipoglikemia bisa membawa dampak buruk bagi penderitanya, berikut ini beberapa bahaya gula darah terlalu rendah: 

  • Kelaparan yang menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan tenaga;
  • Tubuh menjadi tidak bertenaga dan lemas, karena glukosa sebagai bahan bakar di dalam tubuh dosisnya sangat rendah.
  • Mudah merasa lelah, diakibatkan bahan bakar tubuh yang sangat kurang. Tubuh akan berada pada mode “lowbatt” yang menyebabkan kita mudah merasa lelah.
  • Sulit berkonsentrasi dan fokus, diakibatkan terhambatnya asupan darah dan oksigen ke otak. Peredaran darah terhambat karena kekurangan gula darah.
  • Sulit beraktivitas karena fokus, konsentrasi dan tenaga menurun
  • Pingsan dan tak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama, apalagi bila terpapar sinar matahari
  • Tubuh terasa gemeteran, akibat kekurangan glukosa
  • Menyebabkan kebingungan, karena konsentrasi dan fokus yang menurun

Gula darah rendah ataupun tinggi bisa dialami oleh siapa saja. Pada umumnya kondisi ini disebabkan oleh pola hidup dan pola makan tidak sehat. Orang-orang yang berisiko tinggi diabetes perlu memeriksakan diri sejak dini untuk menghindari terjadinya komplikasi di kemudian hari.

Tulis Komentar