Cara Penularan Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit paru-paru basah atau dikenal dalam istilah medis pneunomia merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. Cara penularan penyakit paru-paru ini melalui kontak langsung dan tak langsung dengan penderita.

Jangan menganggap sepele penyakit paru-paru basah karena penyakit ini masuk dalam daftar penyakit berbahaya dan mematikan, terlebih jika yang terkena adalah anak-anak. Faktanya, setiap 20 detik terdapat anak-anak yang meninggal di seluruh dunia karena penyakit pneumonia.



Perlu diwaspadai bahwa cara penularan penyakit paru-paru basah sangat mudah dan cepat. Untuk itu, Anda harus selalu berhati-hati, terlebih jika di sekitar Anda terdapat orang yang menderita penyakit ini.

Masyarakat mengenal dua jenis penyakit paru-paru, yaitu paru-paru basah dan paru-paru kering. Perbedaan antara paru-paru basah dan kering bisa dilihat dari cara batuknya.

Jika mengalami batuk tidak berdahak, berarti dinamakan batuk kering atau paru-paru kering. Sebaliknya, jika mengalami batuk berdahak berarti dinamakan batuk basah atau paru-paru basah.

Penyakit paru-paru basah muncul ketika saluran pernapasan terlalu sering terinfeksi kuman, bakteri, ataupun virus yang ditandai dengan peradangan. Proses peradangan akan mengakibatkan jaringan paru-paru yang berupa aveoli atau kantong udara dipenuhi oleh cairan.

Hal ini akan mengganggu peranan paru-paru sebagai tempat pertukaran oksigen. Terganggunya paru-paru juga dapat mengakibatkan organ lain terganggu. Untuk itu penyakit ini harus segera ditangani.


 

Penyakit Paru-Paru Basah dan Kering Menular?

Penyakit paru-paru basah dan kering termasuk dalam golongan penyakit yang menular dengan mudah. Penularan paling umum terjadi melaui perantara udara.

Bakteri atau virus yang masuk akan menempati kantong udara dan bagian-bagian lain di paru-paru. Mereka berkembang biak dengan sangat cepat. Inilah yang menyebabkan kantong-kantong udara terisi dengan cairan atau nanah.

Proses penularan penyakit paru-paru bisa terjadi melalui kontaminasi tak langsung ataupun langsung dengan penderita.

Jika kontak tak langsung terjadi melalui udara, maka kontak langsung dengan penderita bisa terjadi melalui air liur penderita, salah satunya terjadi karena ciuman atau saat penderita bersin dan batuk.

Bakteri ataupun virus akan berpindah dan berkembang biak dengan cepat. Sebaiknya hindari melakukan ciuman dengan penderita penyakit paru-paru.

Baca juga: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Penyakit Asma

Cara penularan penyakit paru-paru basah

Cara penularan penyakit paru-paru basah

Cara Penularan Penyakit Paru-Paru Basah

Proses penularan penyakit paru-paru basah terjadi dengan mudah melalui kontak tak langsung dengan penderita. Hal ini sering terjadi tanpa  disadari.

Pneumonia dapat menyebar melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk. Saat itu, tetesan-tetesan air liur akan menyebar ke seluruh udara. Tetesan ini mengandung organisme menular yang dihirup dan dalam beberapa kasus, menyebabkan pneumonia.

Hal ini terutama berlaku pada orang-orang yang sudah sakit akibat flu atau bahkan lebih buruk menderita penyakit kekebalan tubuh.

Selain itu, Anda sebenarnya bisa saja terkena pneumonia dengan cara lain selain melalui kontak dengan penderita. Menurut situs webMD, pneumonia juga disebabkan oleh bakteri atau virus yang sudah ada di hidung dan tenggorokan Anda. Jika organisme ini menyebar ke paru-paru maka mereka mungkin dapat menyebabkan penyakit paru-paru.

Berikut ini adalah cara penularan penyakit paru-paru yang perlu diketahui agar kita selalu berhati-hati:

  • Udara

Seseorang yang berada satu ruangan dengan penderita paru-paru berisiko tertular dengan mudah. Virus dan bakteri penyebab paru-paru akan beterbangan dan berkumpul di udara kemudian terhirup oleh orang lain. Virus tersebut akan menginfeksi tubuh.

Disarankan untuk selalu berhati-hati ketika berada di tempat umum, seperti rumah sakit, pasar, atau bahkan pusat perbelanjaan atau mall.

Walaupun terlihat baik-baik saja, tempat tersebut menjadi tempat strategis penularan penyakit paru-paru, terlebih pada bayi yang masih sangat rentan terhadap penyakit.

Untuk menghindarinya, sebaiknya jika tidak benar-benar perlu, tidak usah membawa bayi ke tempat-tempat tersebut.

  • Batuk dan Bersin

Saat penderita paru-paru basah mengalami batuk atau bersin, virus dan bakteri penyebab penyakit ini akan meluncur dan bercampur di udara. Udara di tempat tersebut akan terkontaminasi dan tidak lagi bersih.

Terlebih ketika seseorang terkena cipratan saat batuk atau bersin. Virus dan bakteri akan masuk dengan mudah ke dalam tubuh, menginfeksi, dan berkembang biak.

  • Benda-Benda Pribadi

Bagi Anda yang menderita penyakit paru-paru basah harus lebih menjaga barang-barang pribadinya seperti alat makan, sikat gigi, dan lain-lain. Alat-alat makan bisa menjadi media penularan penyakit paru-paru dengan mudah.

Bakteri dan virus bisa bertahan dalam berbagai kondisi, seperti menempel pada alat makan, walaupun sudah dicuci sekalipun menggunakan sabun.

Sebaiknya hindari menggunakan alat-alat makan yang dipakai oleh penderita paru-paru. Dan penderita juga harus lebih berhati-hati agar alat makan yang digunakan tidak sampai dipakai orang lain.

Pengobatan Penyakit Paru-Paru Basah dan Kering

Bagi Anda yang menderita penyakit ini, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Walaupun penyakit paru-paru basah ataupun paru-paru kering terbilang berbahaya, tetapi penyakit ini dapat disembuhkan.

Namun Anda tetap tidak boleh menganggap sepele. Bahkan penyakit ini bisa memburuk kalau tidak segera ditangani dengan baik. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih efektif.


 

Bagi kebanyakan orang, penyakit paru-paru basah bisa diobati di rumah. Sering kali sembuh dalam 2 sampai 3 minggu. Tapi orang tua, bayi, dan orang yang mengidap penyakit lain mungkin perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Dokter biasanya menggunakan obat antibiotik untuk mengobati penyakit paru-paru basah yang disebabkan oleh bakteri. Umumnya, antibiotik pertama yang digunakan merupakan vaksin yang bertugas membunuh bakteri.

Selain menggunakan obat medis, penderita juga bisa menggunakan obat alternatif seperti kunyit dan madu untuk mengobati penyakit paru-paru yang diderita.

Obat-obatan tradisional seperti madu dan kunyit terbukti ampuh dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses kesembuhan.

Tanpa pengobatan, penyakit paru-paru basah (pneumonia) dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, seperti:

  • Kegagalan organ, akibat infeksi bakteri
  • Sulit bernafas
  • Efusi pleura, penumpukan cairan di paru-paru
  • Abses paru, rongga di paru-paru

Pengobatan penyakit paru-paru yang lain—khususnya seperti Tuberkolosis (TB)–membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu 6 sampai 12 bulan. Penderita harus selalu meminum obat setiap hari sampai benar-benar dinyatakan sembuh.

Disamping melakukan tindakan pengobatan, penderita juga disarankan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, diantaranya:

  • Konsumsilah makanan yang mengandung banyak mineral dan antioksidan
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Hindari keluar malam karena pada saat itu udara sangat lembab
  • Jika Anda seorang perokok, sebaiknya berhenti agar penyakit Anda cepat sembuh
  • Sementara, jangan menggunakan AC atau kipas angin terlebih dulu terutama saat tidur. AC dan kipas angin akan semakin memperparah penyakit paru-paru basah yang Anda derita.

Anda dapat mencegah penyebaran bakteri penyebab penyakit paru-paru basah dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan yang sederhana sebagai berikut:

  • Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh, terutama setelah menyentuh hidung dan mulut, dan sebelum menyentuh makanan
  • Gunakan tisu saat batuk dan bersin, dan segera membuangnya lalu mencuci tangan
  • Tidak berbagi cangkir atau peralatan dapur dengan orang lain
  • Menghindari berciuman dengan penderita

Menjaga kesehatan paru-paru adalah pekerjaan seumur hidup. Tidak peduli dengan kondisi paru-paru akan berakibat munculnya masalah kesehatan di kemudian hari. Disarankan, baik penderita ataupun orang-orang yang berada di sekitar penderita untuk selalu berhati-hati menjaga kesehatan.

Tulis Komentar