Faktor Risiko Diabetes Melitus

Diabetes melitus sebenarnya penyakit yang dapat dicegah. Salah satu caranya yaitu dengan mengenali faktor risiko yang dimiliki. Cara ini bisa membantu seseorang menganalisa gejala diabetes dalam dirinya sekaligus melakukan langkah pencegahan sejak dini sehingga dapat menurunkan risiko diabetes melitus beserta segala komplikasinya.

Pada dasarnya faktor risiko yang dimiliki tergantung dari tipe diabetes yang diderita, apakah tipe 1, 2 atau tipe gestasional. Di artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahas perbedaan faktor-faktor risiko tersebut pada semua jenis tipe penyakit kencing manis.



Cari tahu faktor risiko diabetes apa saja yang ada pada diri anda, kemudian lakukan perbaikan pola hidup bila anda merasa memiliki risiko yang tinggi, atau segera konsultasi ke dokter untuk melakukan tes gula darah.

Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 1

Meskipun penyebab pasti dari diabetes tipe 1 tidak diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor yang mungkin akan meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  1. Genetik

Faktor keturunan memiliki andil yang tak bisa dianggap remeh. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga terkena penyakit diabetes, berisiko lebih besar menderita diabetes tipe 1.

Faktor ini, sulit dihilangkan. Jadi, yang perlu dilakukan memperbaiki pola hidup dan pola makan. Dengan pola makan dan pola hidup yang sehat, bisa memperkecil prosentase terkena diabetes.

Faktor risiko diabetes tipe 1, 2 dan gestasional

Faktor risiko diabetes tipe 1, 2 dan gestasional


 

  1. Faktor lingkungan

Para ahli menyebut paparan penyakit akibat virus mungkin memiliki peran meningkatkan faktor risiko diabetes tipe 1.

  1. Faktor pola makan

Orang-orang yang kekurangan vitamin D memiliki risiko mengidap diabetes tipe 1 yang besar. Demikian pula konsumsi dini susu sapi dan sereal disebut meningkatkan risiko diabetes tipe 1.

Meski belum ada bukti ilmiah hubungan antara susu sapi dengan diabetes tetapi para ahli menyebut menghindari konsumsi dini susu sapi pada bayi akan mengurangi risiko diabetes.

  1. Faktor Geografi

Orang-orang yang berasal dari negara-negara tertentu, seperti Finlandia dan Swedia, memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap diabetes 1 dibanding dari negara lain.

  1. Penyakit autoimun

Hal ini ditandai dengan adanya serangan oleh sistem kekebalan tubuh terhadap sel-sel pada pankreas menyebabkan produksi insulin tubuh terganggu. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak.

Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Meski diabetes tidak dapat disembuhkan, deteksi dini dapat ditegakkan dengan melakukan beberapa tes. Orang-orang yang memiliki risiko tinggi perlu memiliki kesadaran melakukan cek gula darah sedini mungkin.

Jika Anda mengidap tipe 2 diabetes, itu berarti tubuh anda tidak dapat menggunakan insulin dan disebut mengalami resistensi insulin.

Diabetes tipe 2 biasanya dialami oleh orang dewasa, tetapi prosesnya dapat dimulai kapan saja dalam hidup penderita. Dengan mengetahui faktor risiko, penderita dapat mencegah diabetes melitus sejak dini.

Faktor risiko diabetes tipe 2

Faktor risiko diabetes tipe 2

Adapun faktor risiko diabetes melitus tipe 2 adalah:

  1. Faktor keturunan

Risiko anda mengidap diabetes tipe 2 semakin tinggi jika orang tua atau salah seorang saudara mengidap tipe 2 kencing manis.

  1. Pertambahan Usia

Usia 40 tahun ke atas, organ-organ vital mulai melemah, dan tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Bahkan, wanita yang sudah mengalami monopause punya kecenderungan tak peka terhadap hormon insulin.

  1. Obesitas

Resistensi terhadap hormon insulin, bisa disebabkan karena obesitas atau kegemukan. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin, menyebabkan organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya.

Akibatnya, organ ini kelelahan dan rusak. Mengatur pola makan, diet sehat serta berolahraga perlu dilakukan orang-orang yang mengalami kegemukan.

  1. Merokok

Kebiasaan merokok termasuk salah satu faktor risiko, yang menyebabkan seseorang terserang diabetes dengan mudah, disamping risiko terkena penyakit-penyakit berbahaya lainnya. Merokok membuat tubuh mengalami intoleransi glukosa, dengan kata lain tubuh tak bisa lagi menerima glukosa.

Seseorang yang merokok lebih dari 20 batang per hari, berisiko terkena diabetes sebesar 61%. Sedangkan perokok yang masuk kategori ringan memiliki resiko diabetes sebesar 29%.

Bukan hanya meningkatkan risiko terserang diabetes tipe 2, merokok juga bisa menyebabkan komplikasi diabetes yang sangat berbahaya dan mematikan.

Kebiasaan merokok, juga bisa menyebabkan peradangan pada penderita diabetes, dan sulit untuk diatasi. Sehingga penderita diabetes kemungkinan besar harus diamputasi.

  1. Stres Dalam Jangka Waktu Lama

Stres akan mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin. Stres memicu tubuh memproduksi hormon epinephrine atau dikenal sebagai adrenalin.

Adrenalin kemudian memicu peningkatan gula darah hanya dalam hitungan menit. Setelah gula darah melonjak drastis, pankreas otomatis menghasilkan insulin untuk mengendalikan gula darah.

Stres yang terus berlangsung dalam rentang waktu yang lama, akan membuat pankreas bermasalah hingga pankreas tidak dapat mengendalikan produksi insulin— sebagai hormon pengendali gula darah. Kegagalan pankreas memproduksi insulin inilah pencetus penyakit diabetes mellitus.

  1. Hipertensi

Hipertensi, merupakan gangguan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah atau daya pompa jantung.

Hubungan antara hipertensi dengan diabetes mellitus sangat kuat, karena beberapa kriteria yang sering ada pada pasien hipertensi yaitu peningkatan tekanan arah, obesitas, dislipidemia, dan peningkatan glukosa darah juga terdapat pada penderita diabetes.

Jagalah tekanan darah Anda tetap di bawah 140/90 mmHg. Garam yang berlebih memicu seseorang terkena penyakit darah tinggi yang pada akhirnya meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit diabetes melitus.

  1. Kehamilan

Ibu hamil harus pandai menjaga kesehatan diri dan janinnya. Pola hidup yang kurang sehat, bisa memicu keanehan metabolisme gula darah ibu hamil.

Begitupun saat terjadi transfer glukosa ke janin untuk memenuhi kebutuhan janis akan glukosa, bisa menimbulkan kelainan diabetes gestasional, meski tak semua ibu hamil mengalaminya. Ibu hamil harus memperhatikan nutrisi yang dikonsumsinya.

Meski membutuhkan nutrisi lebih dari biasanya, bukan berarti bisa makan berlebihan. Konsumsi glukosa berlebihan bisa memicu terjadinya diabetes saat kehamilan.

Meski diabetes gestasional hanya berlangsung kurang lebih hingga 6 minggu paska kelahiran, namun ibu hamil harus menjaga kondisinya dan si janin. Agar diabetes gestasional tidak berubah menjadi diabetes permanen

  1. Ras

Ada kelompok ras manusia yang memiliki potensi lebih tinggi terserang diabetes dari kelompok ras lainnya. Seperti di wilayah Asia, penderita diabetes meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan benua lainnya. Bahkan, diperkirakan lebih dari 60 persen penderita diabetes berasal dari benua Asia.

  1. Obat-Obatan Kimia

Mengkonsumsi obat-obatan kimia dalam waktu yang lama. diyakini bisa memicu meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes. Beberapa obat-obatan kimia, disinyalir berpotensi meningkatkan risiko diabetes karena pemakaian jangka panjang bisa merusak pankreas.

Bijaklah mengkonsumsi obat-obatan kimia. Jadikan obat kimia sebagai alternatif terakhir dan sifatnya darurat

  1. Aktivitas Fisik

Melakukan olahraga minimal 30 menit sebanyak 3 kali seminggu, akan membantu seseorang untuk lebih sehat dan terhindar dari kegemukan.


 

Selain kegemukan, mager alias malas gerak, bisa melemahkan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Pankreas yang lemah tentu saja akan berpengaruh pada produksi insulin, yang berkaitan dengan penyakit diabetes.

Anda juga memiliki risiko tinggi penyakit gula tipe 2 jika:

  • Anda pernah mengalami serangan jantung atau stroke
  • Anda mengidap penyakit skizofrenia, penyakit bipolar atau mengalami depresi, atau jika Anda sedang menerima pengobatan dengan obat anti psikotik
  • Anda seorang wanita yang memiliki ovarium polikistik, diabetes tipe gestasional, atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,5 kg.

Baca juga: 7 Jenis Obat Alami Diabetes Melitus Terbaik

Risiko tinggi diabetes gestasional

Risiko tinggi diabetes gestasional

Faktor Risiko Diabetes Tipe Gestasional

Semua wanita yang sedang hamil dapat mengalami penyakit gula gestasional tetapi beberapa wanita diketahui memiiki faktor risiko yang lebih besar dibanding yang lainnya.

Berikut ini faktor risiko diabetes melitus gestasional:

  1. Faktor Usia. Semua wanita hamil yang berusia di atas 25 tahun mengalami peningkatan risiko gestasional.
  2. Faktor Keluarga. Risiko diabetes gestasional meningkat jika Anda mengalami kondisi pre-diabetes atau jika ada anggota keluarga dekat, seperti saudara atau orang tua, yang menderita diabetes tipe 2.
  3. Kehamilan sebelumnya. Anda juga berisiko besar jika mengalami diabetes gestational pada kehamilan sebelumnya, atau jika Anda melahirkan bayi yang sangat besar atau jika Anda memiliki bayi lahir mati yang tidak dapat dijelaskan.
  4. Obesitas. Wanita yang mengalami obesitas atau memiliki berat badan berlebih sebelum hamil memiliki risiko tinggi mengalami diabetes gestasional.
  5. Ras. Untuk alasan yang tidak diketahui dengan pasti, perempuan kulit hitam, ras Hispanik, ras Indian Amerika atau Asia memiliki risiko diabetes gestasional yang lebih tinggi dibanding ras-ras lainnya.

Diabetes Melitus atau yang biasa disebut penyakit kencing manis atau gula adalah penyakit akibat adanya gangguan metabolisme. Salah satu bahaya diabetes melitus yang utama adalah munculnya komplikasi penyakit lain seperti gagal ginjal dan serangan jantung.

Melakukan penilaian sendiri terhadap faktor risiko di atas dapat membantu mengetahui seberapa besar potensi/risiko anda mengidap penyakit ini.

Dengan melakukan pemeriksaan dini, anda dapat mencegah terjadinya penyakit komplikasi diabetes di kemudian hari. Demikian beberapa faktor risiko diabetes melitus tipe 1,2 dan gestasional yang perlu diketahui, semoga bermanfaat.

Tulis Komentar