Penyebab dan Cara Mengatasi Ginjal Bengkak

Ginjal bengkak atau hidronefrosis merupakan penurunan fungsi ginjal berupa penumpukan urine di salah satu atau kedua ginjal. Penumpukan urine tersebut dapat terjadi karena kandung kemih tidak dapat mengeluarkan urine sebagaimana mestinya.

Normalnya, ginjal berfungsi sebagai organ penyaring kotoran dan racun dalam darah dan membuangnya bersama sisa cairan tubuh dalam bentuk urine.



Namun, proses tersebut menjadi terhambat akibat adanya penyumbatan pada saluran kemih. Akibatnya, urine tidak dapat dikeluarkan atau bahkan kembali naik ke ginjal sehingga menyebabkan ginjal menjadi bengkak.

Ginjal bengkak bukanlah penyakit. Melainkan, sebuah kondisi yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ginjal dan sistem pada saluran kemih.

Kenali Penyebab Ginjal Bengkak

Ginjal bengkak adalah salah satu jenis penyakit ginjal yang umum dialami orang.Ada banyak faktor yang dapat memicu pembengkakan pada ginjal. Faktor-faktor penyebab ginjal bengkak tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Batu Ginjal

Nefrolitiasis alias batu ginjal merupakan disfungsi ginjal yang ditandai dengan munculnya material keras pada ginjal akibat ketidak mampuannya untuk menyaring racun dan kotoran dalam tubuh.


 

Batu ginjal dapat berukuran besar maupun kecil dan biasanya tetap dapat dikeluarkan melalui saluran kencing. Dalam waktu tertentu ukuran batu dapat menjadi sangat besar, keadaan inilah yang membuat seseorang lebih rentan menderita ginjal bengkak.

2. Infeksi Ginjal

Organ ginjal dapat terinfeksi akibat bakteri serta zat-zat kimia yang masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan minuman.  Infeksi ginjal dapat dikenali melalui gejalanya, salah satunya adalah rasa sakit pada pinggang atau saluran kemih saat buang air kecil.

3. Pembekuan Darah

Darah yang membeku dapat menjadi penghambat proses aliran darah menuju ginjal. Sumbatan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap ginjal bengkak. Ketika proses penyaringan racun menjadi terhambat, maka racun serta kotoran lain akan menumpuk di ginjal sehingga membuat ukuran ginjal semakin membesar.

4. Pembesaran Prostat

Gejala ginjal bengkak yang satu ini dapat dikenali ketika seseorang mengalami kesulitan dalam buang air kecil. Urine yang keluar tersendat-sendat, rasa sakit yang luar biasa saat buang air kecil, bahkan urine berdarah merupakan ciri pembesaran prostat yang dapat memicu pembengkakan pada ginjal.

Salah satu penyebab paling umum dari ginjal bengkak adalah uropati obstruktif akut yang merupakanpenyumbatan pada saluran kemih yang menyebabkan urin tidak dapat mengalir dengan lancar.

Penyebab terjadinya hal tersebut biasanya adalah batu ginjal, jaringan parut dan pembekuan darah. Saluran kemih yang tersumbat dapat menyebabkan urin kembali naik ke ginjal, akhirnya terjadilah pembengkakan.

Ginjal bengkak

Gejala-Gejala Ginjal Bengkak

Biasanya, urin mengalir melalui saluran kemih dengan tekanan yang minimal. Tekanan akan semakin besar jika ada sumbatan pada saluran kemih. Setelah beberapa waktu, ginjal mulai membesar dan di saat tertentu mulai menekan organ terdekat. Jika tidak segera diobati, ginjal dapat kehilangan fungsinya secara permanen.

Lamanya waktu terjadinya penyumbatan mempengaruhi gejala yang dirasakan penderita. Gejala ringan dari ginjal bengkak adalah buang air kecil yang lebih sering dan peningkatan daya dorong saat sedang buang air kecil.

Berikut ini beberapa gejala ginjal bengkak yang mungkin dirasakan penderita:

  • Sakit pada perut atau panggul
  • Mual dan muntah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Berkemih tidak tuntas
  • Demam

Adanya gangguan pada saluran urin meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Itulah sebabnya mengapa ISK merupakan komplikasi yang paling umum dialami oleh penderita ginjal membesar ini.

Mengatasi Ginjal Bengkak

Ginjak bengkak bisa sembuh jika ditangani dengan cepat. Sebaliknya, ginjal dapat rusak permanen jika penanganan terlambat. Pengobatan ginjal bengkak tidak sama untuk semua orang. Metode pengobatan ginjal bengkak yang tepat dapat ditentukan berdasarkan tingkat keparahan, usia pengidap, serta faktor penyebabnya.

1. Metode Kateterisasi

Pasien ginjal bengkak dewasa umumnya akan dianjurkan untuk melakukan kateterisasi atau proses pengeringan urine dalam ginjal guna mencegah kemungkinan timbulnya kerusakan ginjal di kemudian hari. Kateterisasi juga dapat membantu mengurangi rasa sakit yang diakibatkan gangguan ini.

Setelah metode kateterisasi diterapkan, dokter biasanya akan memulai tahap pengobatan selanjutnya untuk mengatasi pemicu terjadinya pembengkakan pada ginjal. Pada pasien yang mengalami penyempitan saluran ureter, pemasangan stent bisa menjadi solusi terbaik.


 

Pengangkatan batu ginjal pada pasien juga perlu diterapkan untuk mengurangi rasa sakit yang dialami ketika buang air kecil. Sementara pada penderita pembengkakan prostat, dokter akan menyarankan radioterapi .

2. Pengobatan Ginjal Bengkak pada Wanita Hamil

Ibu hamil pun biasanya sering mengidap berbagai permasalahan pada ginjal dan saluran kencing, termasuk pembengkakan ginjal. Hanya saja, ginjal bengkak pada ibu hamil biasanya tidak memerlukan penanganan khusus sebab kondisi tersebut dapat segera membaik dalam beberapa minggu setelah persalinan.

Namun, jika kondisi tersebut dirasa dapat membahayakan janin yang ada dalam kandungan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter untuk menentukan metode apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Pengobatan Ginjal Bengkak pada Bayi

Selain ibu hamil, pembengkakkan pada ginjal pun dapat ditemukan pada bayi. Kondisi ini pun sebenarnya tidak memerlukan prosedur penanganan khusus.

Namun, biasanya, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Ginjal bengkak pada bayi dapat segera pulih seiring dengan perkembangan bayi tersebut.

Ginjal bengkak merupakan penyakit yang tidak dapat dianggap remeh. Untuk itu, kita harus selalu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Sebisa mungkin, hindari alkohol dan minuman berwarna, jaga berat badan ideal, serta konsumsi air putih secara teratur untuk mencegah dehidrasi.

Tulis Komentar