Komplikasi Penyakit Diabetes Melitus yang Wajib Diketahui

Banyak penderita diabetes melitus yang mengabaikan gejala-gejala yang dialami. Seseorang yang terkena sakit kencing manis, terkadang baru menyadari penyakitnya setelah terjadi komplikasi diabetes akut atau bahkan kronis pada organ tubuhnya.

Parahnya penderita diabetes melitus lanjut usia yang mengalami komplikasi diabetes biasanya tidak menyadari bahwa mereka menderita sakit gula.



Sedikitnya setengah dari populasi ini, menganggap perubahan fisiologis yang mereka rasakan, berhubungan dengan pertambahan usia, bukan karena diabetes melitus atau kencing manis.

Penderita diabetes atau orang dengan risiko tinggi mengidap penyakit ini harus serius memperhatikan kondisi tubuhnya seperti rutin mengontrol kadar gula darah, menjaga pola makan, mengatur berat badan dan melakukan cek up secara rutin.

Pola hidup yang sehat mutlak dibutuhkan, untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit lain. Sebab, komplikasi diabetes akan menyebabkan tubuh penderita mengalami bermacam gejala dan penurunan fungsi sampai harus menjalani perawatan suntik insulin.

Komplikasi Diabetes Melitus

Komplikasi diabetes terbagi menjadi 2 jenis, yaitu komplikasi akut dan komplikasi kronis. Pengobatan yang dilakukan tergantung pada tipe diabetes melitus yang diderita dan komplikasi yang dialami.

1. Komplikasi Akut

Komplikasi akut diabetes melitus berkembang secara bertahap. Semakin lama Anda menderita penyakit ini, apalagi jika jarang kontrol gula darah maka semakin tinggi risiko komplikasi kencing manis yang diderita.


 

Penderita yang mengalami komplikasi akut umumnya mengalami salah satu dari kondisi di bawah ini:

1. Hiperglikemia

Kondisi ini merupakan komplikasi akut yang disebabkan kadar gula darah terlalu tinggi. Penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia, mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

  • Sering sekali buang air kecil
  • Sering merasa kehausan
  • Berat badan mengalami penurunan yang cukup drastis
  • Penglihatan mata mengalami penurunan
Komplikasi penyakit diabetes melitus

Komplikasi penyakit diabetes melitus tipe 2

2. Hipoglikemia

Sebaliknya, hipoglikemia terjadi karena kadar darah dalam tubuh mengalami penurunan yang cukup drastis. Hipoglikemia, kebanyakan dialami penderita penyakit diabetes melitus tipe 1.

Penurunan kadar gula darah bisa diakibatkan karena terlambat mendapatkan suntikan insulin, kelelahan saat berolahraga atau karena salah memilih jenis olahraga.

Beberapa gejala diabetes yang dialami penderita komplikasi hipoglikemia, antara lain :

  • Merasa kelaparan
  • Tubuh terasa lemah tak bertenaga
  • Tubuh gemetar dan berkeringat dingin
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan
  • Pingsan secara tiba-tiba

2. Komplikasi Kronis

Komplikasi diabetes pada kaki harus diamputasi

Komplikasi diabetes pada kaki harus diamputasi

Komplikasi kronis, merupakan puncak dari masalah komplikasi yang dialami penderita diabetes melitus. Seorang penderita diabetes yang mengalami komplikasi kronis, besar kemungkinan penyakit yang dideritanya sulit diatasi.

Komplikasi kronis, ditandai dengan munculnya berbagai macam penyakit berbahaya akibat kerusakan beberapa organ vital dalam tubuh.

Di bawah ini, akan dibahas beberapa jenis penyakit yang muncul, ketika penderita berada di tahap komplikasi kronis :

1. Masalah Jantung

Diabetes melitus, dapat menyebabkan penderita mengalami masalah dengan jantungnya. Ini diakibatkan oleh kadar gula darah yang tak stabil.

Gula darah yang terlalu tinggi, menyebabkan masalah pada pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi rusak. Kerusakan ini menyebabkan meningkatnya penumpukan lemak di dalam pembuluh darah. Akibatnya kerja organ jantung semakin berat.

Pakar kesehatan menyebutkan, risiko serangan jantung pada penderita diabetes sama besarnya dengan orang yang pernah terkena serangan jantung sebelumnya.

Selain itu, ada beberapa masalah lain yang timbul berkaitan dengan jantung dan penyempitan pembuluh darah pada penderita diabetes, antara lain : kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kerusakan pembuluh arteri, stroke, dan Neuropathy (gangguan fungsi saraf)

2. Gagal Ginjal

Mayoritas penderita gagal ginjal, merupakan penderita penyakit diabetes melitus. Hanya sedikit kasus penderita gagal ginjal yang tidak menderita penyakit diabetes.

Gagal ginjal sebagian besar dipengaruhi oleh tingginya gula darah. Sehingga, sama halnya dengan organ jantung, organ ginjal akan bekerja sangat berat, ketika kadar gula meningkat tak terkontrol dalam darah.

Ginjal dipaksa untuk menyaring kelebihan gula darah tersebut dan membuangnya melalui urine. Karena tugas ginjal terlalu berat, dalam jangka panjang organ ini akan mengalami kerusakan.

3. Kerusakan Saraf

Organ ginjal yang rusak akibat tingginya kadar gula, ternyata juga mengakibatkan kerusakan pada saraf-saraf penting di dalam tubuh. Ini terjadi, karena racun tak bisa disaring di dalam organ ginjal, sehingga sirkulasi darah menjadi sangat buruk.

Racun yang menumpuk di dalam darah akan merusak fungsi saraf. Bagian yang paling terasa adalah kaki dan tungkai. Seringkali, kaki terasa mati dan kesemutan.

Ketika kaki sudah mati rasa, penderita sebaiknya lebih sering memeriksakan diri ke dokter. Sebab, jika terjadi luka akan sulit disembuhkan. Dalam jangka panjang, luka bisa semakin melebar dan membusuk.

4. Kerusakan kaki

Kerusakan saraf di kaki atau aliran darah yang buruk menuju kaki meningkatkan risiko berbagai komplikasi pada kaki. Terlambat diobati dapat menimbulkan luka dan lecet pada kaki dan lambat laun dapat mengembangkan infeksi serius. Infeksi ini yang akhirnya mengharuskan kaki diamputasi.

5. Penyakit Mata

Gangguan penglihatan timbul akibat rusaknya saraf mata, sehingga organ penglihatan mengalami penurunan fungsi.


 

Penyakit pada mata seperti katarak, retinopati dan glaukoma akan sangat mudah menyerang orang yang terkena diabetes melitus.

Risiko tersebut dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes. Penyakit diabetes melitus bahkan bisa menyebabkan kebutaan permanen pada penderita.

6. Penyakit Alzheimer

Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Jarang kontrol gula darah disebut-sebut akan meningkatkan risiko alzheimer di kemudian hari.

Komplikasi Diabetes Gestasional

Kebanyakan wanita yang menderita diabetes gestasional melahirkan bayi yang sehat. Namun, kadar gula darah yang tidak diobati atau tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah pada Ibu hamil dan bayi.

Komplikasi pada bayi dapat terjadi sebagai akibat dari diabetes gestasional, termasuk:

  1. Pertumbuhan berlebih. Terlalu banyak glukosa di dalam plasenta menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar atau yang disebut makrosomia.
  2. Gula darah rendah. Kadang-kadang bayi dari ibu yang menderita diabetes gestasional menderita gula darah rendah (hipoglikemia) tak lama setelah lahir karena produksi insulin mereka sendiri sangat tinggi. Gula darah bayi bisa kembali normal jika mendapat ASI eklslusif dengan cepat atau menerima pengobatan intravena.
  3. Peningkatan risiko Diabetes tipe 2 saat dewasa. Bayi dari ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
  4. Kematian. Diabetes gestational yang tidak diobati dapat mengakibatkan kematian mendadak pada bayi sebelum atau segera setelah lahir.

Sementara itu, komplikasi diabetes gestasional pada ibu juga dapat terjadi, yaitu:

  1. Kondisi Preeclampsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, kelebihan protein dalam urin, dan bengkak pada kaki. Preeklamsia dapat mengakibatkan komplikasi serius atau bahkan mengancam nyawa bagi ibu dan bayi.
  2. Diabetes gestational tahap berikutnya. Ibu hamil yang pernah mengalami diabetes gestasional lebih mungkin untuk mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya.
  3. Ibu hamil juga memiliki risiko yang lebih besar mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Jadi, komplikasi diabetes bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Komplikasi penyakit diabetes merupakan masalah serius yang harus diatasi sedini mungkin agar kesehatan penderita diabetes bisa dipulihkan dengan lebih mudah.

Demikian informasi singkat beberapa komplikasi diabetes dari yang akut sampai kronis. Selain menggunakan perawatan medis anda pun juga bisa mengobati diabetes secara alami menggunakan obat tradisional seperti daun sirsak dan kemangi, semoga bermanfaat.

Tulis Komentar