10 Manfaat Berhenti Mengonsumsi Minuman Soda

Minuman soda adalah minuman yang mengalami proses karbonasi dalam pembuatannya. Proses pembuatannya cukup sederhana yaitu mencampur gas CO2 dengan air murni hasil destilasi yang menghasilkan sensasi buih yang merupakan proses pelepasan CO2 dari dalam air.

Pada awalnya air kabornasi digunakan untuk keperluan farmasi tapi akhirnya menjadi bagian dari industri makanan. Dengan tambahan pemanis, pewarna, kafein, dan berbagai zat asam, air karbonasi berubah menjadi salah satu minuman modern dan disajikan di banyak restoran siap saji. Di Indonesia minuman karbonasi dikenal dengan istilah minuman soda atau cola.

Minuman soda tidak mengandung nilai gizi yang cukup dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti air putih. Terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda berbahaya bagi kesehatan seperti meningkatkan risiko diabetes, mengganggu fungsi ginjal, tulang jadi keropos, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Sayangnya banyak orang yang terlanjur menyukai minuman ini dan mengonsumsinya setiap hari. Kebanyakan orang mengabaikan efek berbahaya dari soda karena telah kecanduan dengan gulanya dan merasa nyaman dengan sensasi yang dirasakan. Sebagian lain karena tidak mengetahui efek samping minuman soda yang mengerikan.

Manfaat berhenti minuman soda

Manfaat berhenti konsumsi minuman soda

Tubuh Anda Akan Mengalami Ini Jika Anda Berhenti Mengonsumsi Minuman Soda

Dalam artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahas 10 manfaat berhenti mengonsumsi minuman soda, yaitu sebagai berikut:

1. Berat Badan Turun

Faktanya adalah satu botol minuman soda mengandung sekitar 44 gram gula. Bila minuman ini dikonsumsi secara teratur, tubuh memiliki kelebihan gula yang banyak dan akan disimpan sebagai lemak. Lebih jauh, soda mengandung pemanis buatan yang disebut fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh tubuh seperti halnya gula alami (glukosa).

Dalam Journal of American Medical Association yang diterbitkan pada tahun 2013 disebutkan orang yang mengonsumsi glukosa akan mengalami penurunan aktivitas pada bagian otak hipotalamus (kelenjar yang bertanggung jawab untuk mensekresi hormon rasa lapar) dan mengalami peningkatan rasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi minuman fruktosa.

Orang dewasa yang mengonsumsi satu atau lebih minuman bersoda setiap hari memiliki potensi 27 persen lebih gemuk daripada mereka yang tidak mengonsumsinya, demikian menurut Pusat Advokasi Kesehatan Masyarakat dan UCLA Pusat Penelitian Kebijakan Kesehatan Kalifornia.

Dengan demikian, menghilangkan soda dari daftar diet Anda sangat membantu menurunkan berat badan.

Advertisement

2. Tekanan Darah Menurun

Kita semua mengetahui bahaya tekanan darah tinggi. Gangguan ini adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi secara bertahap akan melemahkan otot-otot jantung. Hal ini membuat jantung lebih rentan terhadap serangan jantung (heart attack), heart failure and cardiac arrest.

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah tinggi, maka Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berhenti secara total mengonsumsi minuman bersoda karena minuman ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebuah studi pada tahun 2011 yang diterbitkan dalam majalah Hypertension menemukan bahwa tekanan darah dan minuman beroda memiliki hubungan langsung, tekanan darah akan naik seiring dengan konsumsi minuman soda yang juga meningkat

Dengan demikian, mengurangi dan berhenti total mengonsumsi minuman soda dapat menurunkan tekanan darah dan melindungi diri Anda dari penyakit jantung.

3. Menurunkan Risiko Diabetes

Seperti diketahui minuman soda meningkatkan kadar gula fruktosa dalam darah. Peningkatan konsumsi minuman ini berkaitan dengan tingginya tingkat prevalensi penyakit diabetes tipe 2, demikian menurut sebuah studi pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam British Medical Journal.

Obesitas adalah salah satu penyebab utama diabetes dan konsumsi soda berlebihan menyebabkan berat badan tidak terkontrol.

Orang-orang yang meningkatkan asupan soda mereka dari satu gelas per minggu menjadi beberapa gelas setiap minggu selama empat tahun mengalami penambahan berat badan dan memiliki risiko diabetes menurut sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

Sebaliknya, orang-orang yang mengubah gaya hidup mereka dan berhenti mengonsumsi minuman soda dilaporkan mengalami penurunan berat badan dan risiko diabetes berkurang.

Diabetes merusak pembuluh darah yang dimulai dari jantung, otak dan kaki. Kondisi ini juga dapat menyebabkan stroke, gangguan pada hati dan timbulnya masalah pada kaki.

4. Kepadatan Tulang Meningkat

“Kepadatan mineral tulang” adalah kriteria untuk mengukur jumlah mineral dalam tulang Anda. Semakin besar jumlah mineral, semakin kuat tulang Anda.

Orang yang memiliki masalah osteoporosis pada umumnya memiliki kepadatan mineral tulang yang rendah. Dan salah satu penyebab kepadatan mineral rendah adalah kebiasaan mengonsumsi minuman soda.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan minuman bersoda dengan osteoporosis.

Banyak wanita remaja yang aktif secara fisik akhirnya mengalami kerusakan tulang dan patah tulang akibat terlalu sering mengonsumsi cola dalam jumlah yang banyak, demikian hasil sebuah studi tahun 2000 yang diterbitkan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine.

Masa remaja adalah masa ketika kandungan mineral tulang tertinggi dihasilkan. Orang dewasa muda yang minum soda berlebih selama bertahun-tahun akan mengalami peningkatan risiko osteoporosis di masa depan.

5. Asam Urat Menurun

Asam urat dihasilkan oleh proses kimia dalam sistem pencernaan kita. Tubuh yang sehat akan mengatur produksi asam urat. Menurut sebuah studi pada tahun 2008 yang diterbitkan dalam British Journal Medicine. Asupan fruktosa dalam bentuk jus buah dan makanan kaya fruktosa juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gout.

Konsumsi soda berlebih akan meningkatkan asam urat dan menyebabkan gout. Gout adalah salah satu nyeri sendi yang sangat menyakitkan yang biasanya terjadi di kaki.

Penelitian terhadap pola makan dan minum dilakukan terhadap 46.393 laki-laki selama 12 tahun, sebanyak 755 orang diketahui menderita asam urat dimana mereka juga diketahui mengonsumsi soda dan cola secara teratur.

Begitu pula hasil penelitian dari 78.906 perempuan yang diteliti selama 22 tahun, 778 dari mereka menderita peningkatan kadar asam urat akibat konsumsi soda berlebihan. Penelitian diterbitkan dalam Journal of American Medical Association pada tahun 2010.

Mengurangi konsumsi soda akan mengurangi kadar asam urat dalam tubuh dan pada akhirnya mengurangi risiko berurusan dengan gout yang menyakitkan.

6. Fungsi ginjal menjadi lebih Baik

Konsumsi soda berlebih dapat menyebabkan peradangan parah pada ginjal.

Mengonsumsi dua atau lebih minuman bersoda setiap hari secara signifikan akan meningkatkan risiko penyakit ginjal, demikian hasil studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal Clinical of American Society of Nephrology.

Selanjutnya, mereka yang mengonsumsi soda yang berlebih secara teratur juga memiliki risiko tinggi mengembangkan masalah batu ginjal, demikian menurut sebuah studi tahun 2013 yang dipublikasikan dalam jurnal yang sama.

Sebagai pembersih darah dalam tubuh, ginjal memainkan peran penting dalam menangkal berbagai penyakit dan menjaga seluruh sistem tubuh tetap sehat.

Dengan demikian, menghilangkan soda dari diet Anda akan meningkatkan kesehatan ginjal Anda, melindunginya dari kerusakan serta menjaga kesehatan organ-organ tubuh yang lain.

7. Penyerapan Kalsium Menjadi Lebih Baik

Minuman bersoda mengandung asam fosfat yang membuat minuman ini terasa nikmat saat dikonsumsi. Minuman ini juga akan menghambat perkembangan jamur dan bakteri mengingat kandungan gula yang tinggi dalam soda.

Namun, asam fosfat dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh secara bertahap sampai akhirnya tubuh kekurangan kalsium.

Padahal kalsium sangat penting bagi tulang, gigi dan tekanan darah. Kekurangan kalsium secara signifikan akan meningkatkan risiko terkena osteoporosis dan osteopenia serta menderita patah tulang.

Sebaliknya, mengurangi dan berhenti total mengonsumsi minuman bersoda akan meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Wanita yang mendekati masa menopause harus mengurangi asupan soda karena penurunan produksi estrogen yang terjadi di masa menopause juga mempercepat melemahnya tulang.

8. Gigi Anda Tetap Sehat

Kalsium sangat penting untuk kesehatan mulut dan gigi. Kita telah mengetahui bagaimana soda menghambat penyerapan kalsium yang secara langsung akan melemahkan gigi.

Soda mengandung kadar asam sitrat yang tinggi, asam ini secara bertahap akan merusak enamel gigi. Hal ini membuat gigi lebih rentan berlubang, berubah warna dan mengalami erosi yang parah.

Seseorang yang mengonsumsi 2 liter soda setiap hari selama 3 sampai 5 tahun diketahui mengalami erosi gigi yang sama parah dengan pecandu methamphetamine dan kokain, menurut sebuah studi 2013 yang diterbitkan di General Dentistry.

Menghilangkan soda dari diet Anda melindungi kesehatan dan penampilan gigi Anda.

9. Kandung Kemih Terlindungi

Soda mengandung empat penyebab iritasi pada kandung kemih yakni sitrat dan fosfat asam, karbonasi asam, pemanis buatan dan kafein.

Konsumsi soda baik itu sedikit maupun berlebihan akan menyebabkan gangguan kandung kemih, seperti kandung kemih yang terlalu aktif (dorongan untuk buang air kecil meningkat).

Minuman soda juga dapat mencegah pemulihan dari infeksi Saluran Kemih (ISK). Jadi jika dokter menyarankan anda untuk banyak minum air itu bukan berarti anda boleh konsumsi minuman soda. Konsumsi soda berlebih diidentifikasi sebagai kebiasaan gaya hidup yang umum di antara pasien dengan kanker kandung kemih.

Oleh karena itu, menghilangkan soda dari diet Anda tidak hanya membantu menjaga kandung kemih Anda berfungsi dengan baik, tapi juga dapat membantu mencegah penyakit yang lebih serius di masa depan.

10. Berhenti Minum Soda Meningkatkan Kesuburan

Salah satu efek berbahaya dari minum soda dan cola adalah meningkatkan masalah pada kesuburan baik itu pria maupun wanita. Kafein telah diidentifikasi sebagai salah satu zat inhibitor kesuburan yang utama. Konsumsi kafein dapat membuat wanita sulit hamil.

Wanita yang secara teratur minum minuman berkarbonasi dan soda dilaporkan mengalami penurunan kesuburan dibandingkan dengan mereka yang minum teh biasa, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan 2012 dalam Journal of Epidemiology.

Selanjutnya, botol soda plastik sering dilapisi dengan bahan kimia yang disebut Bisphenol-A (BPA) yang dapat larut ke dalam minuman dan, setelah dikonsumsi akan mengurangi kesuburan dan mengurangi jumlah sperma pada pria.

Demikian informasi singkat manfaat apa yang akan anda dapatkan bagi kesehatan setelah berhenti total mengonsumsi minuman soda, semoga bermanfaat.

Komentar dan Tanggapan

  1. cara memutihkan January 18, 2016
  2. eko junaidi January 25, 2016

Tulis Komentar