6 Cara Mencegah dan Mengobati Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes gestasional adalah salah satu jenis penyakit diabetes melitus yang umum terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi pada sekitar 2-5% dari semua kasus kehamilan.

Pada kondisi ini, perempuan yang tidak pernah didiagnosis menderita diabetes, tiba-tiba mengalami peningkatan kadar glukosa dalam darah yang terus menanjak tinggi selama masa kehamilan.



Pada ibu hamil, khususnya yang usia kandungannya masuk 6 bulan ke atas, tingkat glukosa dalam darah akan meningkat melebihi batas normal seiring dengan meningkatkan kebutuhan janin terhadap makanan dan nutrisi.

Sebagian orang menganggap situasi ini alamiah dan sangat umum terjadi saat masa kehamilan dan akan pulih kembali setelah melahirkan.

Di artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahas beberapa gejala, faktor risiko, cara mencegah sekaligus cara mengobati diabetes tipe gestasional untuk menghindari hal-hal buruk yang berpotensi terjadi di masa depan.

Bagaimana Diabetes Terjadi Pada Ibu Hamil

Saat Anda makan, sistem pencernaan akan bekerja memecah makanan tersebut menjadi gula yang disebut glukosa. Glukosa lalu memasuki aliran darah yang mana sel tubuh akan menyerapnya lalu memanfaatkannya menjadi sumber energi.

Penyerapan tersebut dibantu oleh sebuah hormon bernama insulin yang diproduksi oleh pankreas. Jadi dengan bantuan insulin, bagian tubuh seperti otot, lemak, dan sel tubuh lainnya akan menyerap glukosa dari darah.


 

Jika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, atau jika sel-sel memiliki masalah dalam meresponsnya, maka glukosa tidak akan terserap oleh sel tubuh dan akan tertinggal di dalam darah Anda. Akibatnya kadar gula dalam darah meningkat drastis.

Saat sedang hamil, tubuh seorang wanita akan secara alami menjadi resisten terhadap insulin, tujuannya agar glukosa tidak terserap seluruhnya oleh sel tubuh Ibu hamil, dan bisa digunakan untuk memberi makan bayi dalam kandungan.

Bagi kebanyakan calon ibu, ini bukanlah masalah, sebab bila tubuh membutuhkan insulin tambahan untuk memproses kelebihan glukosa dalam darah, maka pankreas secara otomatis akan memproduksi lebih banyak.

Akan tetapi jika pankreas tidak dapat mengikuti permintaan insulin selama kehamilan, maka kadar gula dalam darah akan menanjak terlalu tinggi. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya diabetes gestasional pada Ibu hamil.

Pada umumnya, diabetes gestasional hanya akan terjadi selama masa kehamilan, meski begitu, diabetes gestasional harus ditangani dengan baik. Bila tidak, si ibu berisiko menderita diabetes tipe 2 beberapa tahun pasca kehamilannya tersebut.

Gejala Diabetes Gestasional

Cara mencegah dan mengobati diabetes gestasional

Cara mencegah dan mengobati diabetes gestasional

Gestational diabetes perlu dikenali dan diobati dengan cepat karena dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ibu dan bayi.

Tidak seperti tipe diabetes lainnya, tipe gestational bersifat tidak permanen. Begitu bayi lahir, gula darah kemungkinan besar akan kembali normal dengan cepat. Namun, risiko diabetes gestasional adalah menyebabkan diabetes dapat berkembang di masa depan pasca melahirkan.

Agar risiko diabetes gestasional pada ibu hamil bisa ditangani dengan baik, sebaiknya kenali gejalanya sejak dini, untuk memastikan kondisi ibu dan janin dalam kandungan tetap sehat.

Beberapa gejala, yang mengindikasikan seorang ibu hamil mengalami diabetes gestasional adalah:

  • Pandangan menjadi kabur
  • Mengalami kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Sakit pada punggung yang berlipat-lipat
  • Sering mengalami infeksi saat mengalami luka, kulit dan juga vagina
  • Sering buang air kecil
  • Berat badannya mengalami penurunan, meskpun nafsu makan mengalami peningkatan

Namun, untuk memastikan apakah seorang ibu hamil menderita diabetes gestasional, langkah yang paling tepat adalah pemeriksaan tes, serta screening untuk semua ibu hamil untuk mendeteksi penyakit ini.

Diabetes gestasional sebenarnya bisa disembuhkan, yang perlu dilakukan adalah melakukan pengawasan medis yang cocok dan tepat selama masa kehamilan. Mencegah lebih baik dari mengobati bukan?

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Meskipun tidak ada jaminan 100 % bahwa diabetes gestasional tak menyerang ibu hamil yang melakukan usaha pencegahan, namun pencegahan dini sangat membantu ibu hamil tetap sehat.

Sementara itu, ibu hamil yang memiliki riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, harus mengadopsi pola hidup sehat, untuk menurunkan risiko pada kehamilan berikutnya. Langkah ini juga bermanfaat untuk mencegah gestasional berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari diabetes gestasional pada ibu hamil, dan menjaga level gula darah tetap berada dalam level normal selama masa kehamilan. 

  1. Faktor risiko

Perhatikan faktor-faktor risiko yang meningkatkan potensi terjadinya gestasional pada Ibu hamil, yaitu sebagai berikut:

  • Riwayat keluarga

Cari tahu sejarah diabetes pada keluarga. Sebab risiko diabetes gestasional semakin tinggi,  jika ada anggota keluarga yang terkena diabetes.

  • Usia Ibu hamil, misalnya, apakah lebih dari 30 tahun
  • Adakah riwayat DG sebelumnya
  • Apakah pernah memilki bayi besar (9 pounds atau lebih) atau kelahiran mati pada kehamilan sebelumnya,
  • Pernahkah memiliki gula darah yang abnormal sebelumnya, termasuk glikosuria (gula dalam urin ).

Bila ternyata seorang ibu termasuk dalam kategori tinggi, dokter yang menangani bisa mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir, dan  menjaga bayi lahir sehat.

  1. Menurunkan berat badan

Bila memiliki masalah kelebihan berat badan selama masa kehamilan, harus diturunkan. Berat badan berlebih adalah salah satu faktor penyebab diabetes gestasional.

Jadi, sebelum mencoba hamil, jila mengalami kelebihan berat badan, sebaiknya diturunkan sebanyak 5% sampai 7% dari berat tubuh.

  1. Gula darah normal sebelum hamil

Memiliki  gula darah normal sebelum masa kehamilan, penting untuk mencegah diabetes gestasional.

Gula darah yang tak normal pada pra kehamilan sangat berbahaya, karena gula darah saat pembuahan trisemester pertama, terkait dengan beberapa cacat lahir dan keguguran/bayi lahir mati (organ janin terbentuk dalam hitungan menit pada trimester pertama kehamilan).

Dari hasil penelitian ditemukan, bahwa program perawatan prakonsepsi dan kontrol gula darah ketat, menentukan hasil kehamilan.

  1. Diet sehat

Pola makan dan diet sehat bertujuan untuk menjaga gula darah tetap stabil dan normal sepanjang hari. Berikut ini beberapa tips pola makan dan diet sehat:


 

  • Makan lebih banyak serat minim 10 gram / hari.
  • Tingkatkan asupan protein
  • Nikmati buah segar secukupnya. Buah segar baik tapi hindari jus buah manis
  • Hindari tepung putih seperti gula, tepung kentang dan pasta. Konsumsi seceara terbatas, gunakan secara terbatas, jangan berlebihan
  • Perhatikan waktu dan berapa banyak jumlah makanan yang dikonsumsi
  1. Kunjungi dokter secara berkala

Memeriksakan kesehatan ibu dan kandungan secara teratur selama masa kehamilan, bisa membantu mencegah diabetes gestasional.

Beberapa tes ringan yang tak menimbulkan stres bisa dilakukan, misalnya mesin elektronik untuk mendengar detak jantung si bayi. Mengkonsultasikan obat atau suplemen food, serta bisa menanyakan rekomendari diet atau olahraga yang sesuai untuk ibu hamil.

  1. Senam kehamilan

Senantiasa beraktifitas normal dan olahraga ringan berguna untuk ibu hamil dan kandungannya. Ini sekaligus menjaga level glukosa di dalam darah tetap normal.

Bagaimana Mengobati Diabetes Gestasional

Dengan deteksi dini, maka diabetes tipe ini bisa dikelola dengan baik. Banyak wanita dapat mengelola diabetes gestasional mereka dengan mengikuti rencana latihan dan mengonsumsi makanan seimbang dan sehat seperti biji-bijian, protein tanpa lemak, sayuran, dan makanan lain yang tidak mengandung gula berlebih.

Namun, sekitar 15 persen wanita yang menderita diabetes gestasional perlu minum obat untuk menyeimbangkan gula darah mereka (obat anti hiperglikemik).

Salah satu pengobatan umum gestasional adalah suntikan insulin, metode ini adalah pengobatan medis yang paling umum disarankan dokter. Biasanya Ibu hamil butuh tiga kali suntikan insulin setiap hari, dokter biasanya akan mengajarkan penderita cara menyuntik insulin sendiri.

Pemantauan gula darah Anda secara teratur adalah bagian paling penting dari rencana perawatan diabetes gestasional. Dokter akan menunjukkan bagaimana cara menggunakan alat tes untuk mengukur kadar gula dalam darah.

Alat tes yang paling umum digunakan adalah alat yang terdiri atas jarum yang ditusuk pada jari di pagi hari dan setelah makan. Banyak wanita hamil merasa tidak nyaman dengan prosedur pemeriksaan ini di masa kehamilannya.

Hal paling penting yang bisa dilakukan untuk memastikan kehamilan tetap sehat bagi penderita diabetes gestasional adalah mengikuti rencana perawatan yang direkomendasikan oleh dokter atau bidan. Perawatan ini termasuk mengikuti rencana pola makan, memantau gula darah secara teratur, berolahraga dan aktif menemui dokter yang menangani. []

Tulis Komentar