Nasi Putih dan Minuman Soda Sebabkan Diabetes Melitus, Mengapa?

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin. Nasi putih dan minuman soda disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab diabetes melitus.

Ada tiga jenis tipe Diabetes Melitus yaitu tipe 1, tipe 2 dan tipe gestasional.  Diabetes tipe 1, adalah penyakit autoimun di mana tubuh tidak memproduksi hormon insulin. Diabetes tipe ini tidak bisa dicegah dan umumnya bersifat genetik. Kasus diabetes tipe 1 mewakili 5% dari seluruh kasus diabetes.



Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum yang mewakili sekitar 95% dari semua kasus diabetes. Tipe ini biasanya dimulai dengan resistensi insulin, di mana tubuh tidak menggunakan insulin dengan benar. Seiring waktu pankreas kehilangan kemampuan memproduksi insulin yang cukup untuk menjaga gula darah pada tingkat normal.

Diabetes tipe 2 dapat dicegah dan pada umumnya disebabkan oleh faktor gaya hidup, pola makan tidak sehat dan faktor genetik. Salah satu faktor penyebab diabetes melitus tipe 2 adalah konsumsi nasi putih dan minuman soda secara berlebih.

Nasi Putih Sebabkan Diabetes

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi diabetes di Indonesia naik dari 5,7 persen menjadi 6,9 persen. Sementara itu, dari data International Diabetes Federation (IDF), 9 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes.

Meningkatnya jumlah penderita diabetes pada penduduk Indonesia dan orang-orang Asia umumnya, ternyata berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, bukan karena gula.

Orang-orang Asia lebih mudah terkena diabetes, disebabkan kebiasaan ras Asia yang lebih banyak mengkonsumsi nasi, ketimbang ras Kaukasia.


 

Ketua Eksekutif Dewan Promosi Kesehatan Singapura Zee Yoong Kang menyebutkan, bahwa nasi putih mengandung zat pati yang bisa membebani tubuh dengan gula darah serta meningkatkan risiko diabetes.

Dari data yang dihimpun Harvard School of Public Health dari Strait Times, ditemukan pula peningkatan risiko diabetes sebesar 11 persen pada populasi secara keseluruhan dari 350.000 orang, yang mengkonsumsi 1 porsi nasi putih dalam secara teratur setiap hari.

Penelitian itu menunjukkan, bahwa orang Asia seperti Cina terbiasa mengonsumsi empat porsi nasi sehari. Sedangkan orang Australia dan Amerika, hanya makan lima porsi nasi per minggu. Itulah salah satu alasan ras Asia lebih berisiko terkena diabetes.

Data ini juga didukung oleh penelitian dari otoritas kesehatan Singapura, yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi nasi putih secara berlebihan menjadi pemicu penyakit diabetes khususnya tipe 2.

Nasi putih sebabkan diabetes melitus tipe 2

Nasi putih sebabkan diabetes melitus tipe 2

Bagaimana Nasi Putih Sebabkan Diabetes Melitus

Sedangkan penelitian Health Promotion Board Singapura, menemukan fakta, bahwa nasi lebih berpotensi menyebabkan diabetes dibandingkan minuman bersoda yang manis.

Terlebih, bila nasi dikonsumsi terlalu banyak tanpa disertai olahraga yang cukup. Maka, gula darah akan semakin meningkat, dan memicu meningkatnya risiko diabetes.

Dalam makanan yang dikonsumsi orang-orang Asia, seperti nasi, mie atau pasta, kesemuanya mengandung karbohidrat buatan (refined carbohydrates) yang kadar gulanya lebih tinggi.

Meski kandungan karbohidrat pada nasi akan berubah menjadi gula di dalam tubuh, namun gulanya sangat cepat diserap ke dalam darah. Itulah mengapa, mengonsumsi nasi secara berlebihan akan membuat gula darah melonjak tinggi.

Kondisi ini, akan menyebabkan pankreas bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika hal ini terus terjadi maka lama kelamaan, pankreas akan menjadi rusak.

Nasi putih berasal dari beras yang mengalami proses penggilingan, proses tersebut menyebabkan hilangnya sebagian besar serat beserta vitamin dan mineralnya.

Padahal, serat berguna untuk memperlambat masuknya glukosa ke dalam darah. Inilah alasannya, mengapa nasi putih yang dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes.

Meski begitu, bukan berarti orang-orang yang makanan pokoknya nasi, harus berhenti total memakan nasi setiap hari sebagai sumber karbohidrat.

Penderita diabetes juga sangat membutuhkan karbohidrat yang merupakan sumber energi bagi tubuh. Para pakar kesehatan menyarankan, penderita diabetes untuk beralih mengkonsumsi karbohidrat dengan porsi dan jenis yang tepat.

Jenis karbohidrat yang baik untuk menjaga kestabilan kadar gula darah, adalah karbohidrat kompleks, misalnya beras merah, beras hitam, beras coklat, gandum atau makanan yang tinggi akan serat.

Bahkan, bila belum bisa mengubah total kebiasaan makan nasi putih, Zee Yoo Kang menyarankan, untuk mencoba menambahkan 20 persen saja nasi merah ke nasi putih yang dikonsumsi. Menurut Zee, jumlah itu sudah cukup mengurangi risiko terkena diabetes hingga 16 persen.

Minuman Soda Menyebabkan Diabetes Melitus

Minuman soda sebabkan kencing manis (gula)

Minuman soda sebabkan kencing manis (gula)

Lain orang-orang Asian, lain pula masalah kesehatan di negara-negara Barat. Dari penelitian ditemukan bahwa obesitas dan minuman manis merupakan penyebab utama gangguan kesehatan di negara-negara Barat.

Dari sejumlah penelitian ditemukan fakta, Amerika Serikat terkenal dengan penduduknya yang mengonsumsi soda paling banyak di dunia. Warga Amerika Serikat juga merupakan penderita obesitas terbanyak, karena konsumsi minuman soda yang berlebihan.

Minuman soda meningkatkan risiko obesitas, karena kandungan kalorinya yang cukup tinggi. Kalori berlebihan akan menyebabkan seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan obesitas merupakan salah satu penyebab meningkatnya risiko terkena diabetes.

Sebuah studi pernah dilakukan dan menyimpulkan:

  • Minum satu atau dua porsi minuman soda atau soft drink setiap hari akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 26%.
  • Jika kebiasaan ini terus berlanjur selama enam bulan, konsumsi harian minuman manis akan meningkatkan timbunan lemak di hati sebanyak 150 persen, yang secara langsung akan menyebabkan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Selain itu, gemar minum-minuman bersoda tetap bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 meski seseorang bertubuh langsing. Para peneliti sepakat, kandungan pemanis buatan yang tinggi menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan diyakini berkontribusi pada perkembangan resistensi insulin.

Bagaimana Minuman Soda dan Pemanis Menyebabkan Diabetes?

Minum terlalu banyak minuman manis berarti bahwa tubuh menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak, jadi, minum terlalu banyak soda dapat menyebabkan orang mengalami obesitas.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor risiko untuk diabetes tipe 2.


 

Satu studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, meneliti hubungan antara diet dan kesehatan dengan obyek 91.249 wanita selama 8 tahun. Mereka menemukan hubungan antara diet indeks glikemik tinggi dan diabetes tipe 2.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan manis atau soft drink dicerna lebih cepat daripada makanan indeks glikemik rendah, hal ini menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula darah yang cepat.

Bahaya Pemanis Aspartam

Minuman bersoda juga mengandung Aspartam, yang telah terbukti berpotensi menyebabkan produksi insulin meningkat terlalu banyak.

Zat ini, merupakan protein yang berasal dari fenilalanin dan asam aspartat, yang bila dikombinasikan akan menghasilkan rasa manis, yang membuat seseorang ketagihan untuk terus minum minuman bersoda.

Alasdair Rankin, direktur penelitian di diabetes UK, menyarankan untuk membatasi jumlah minuman manis. Selain, sebagai bagian dari diet sehat, tujuan utamnya untuk mengurangi meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 dengan segala komplikasinya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, salah satu diantaranya yakni dengan mengurangi konsumsi minuman soda ataupun soft drink, konsumsi hanya makanan sehat, berusaha menurunkan berat badan, dan aktif berolahraga.

Bagi mereka yang sudah didiagnosis menderita diabetes tipe 2, perlu melakukan langkah pencegahan terjadinya komplikasi diabetes dengan cara memantau gula darah secara ketat, cek tekanan darah dan kadar lemak darah, dan mungkin penggunaan obat-obatan dan suntik insulin.

Sebagai kontributor besar terhadap epidemi diabetes tipe 2, minuman soda dan minuman manis perlu dihindari atau paling tidak mengurangi asupannya. Begitu pula dengan konsumsi nasi putih yang sebaiknya diganti dengan nasi merah.

Demikian informasi singkat hubungan antara nasi putih, minuman soda dan penyakit diabetes melitus, semoga bermanfaat.

Tulis Komentar