Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Penyakit Asma

Penyakit Asma merupakan jenis penyakit jangka panjang atau kronis (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale), yang ditandai dengan peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale, sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas dan menyebabkan seseorang mengalami sesak atau kesulitan untuk bernapas.

Asma adalah salah satu jenis penyakit paru-paru dimana saluran napas menyempit dan membengkak dan menghasilkan lebih banyak lendir. Hal ini membuat penderita sulit bernapas dan memicu batuk, wheezing (nafas berbunyi) dan sesak napas.



Bagi sebagian orang, asma adalah gangguan ringan, tapi bagi orang lain, penyakit asma bisa menjadi masalah utama yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada beberapa orang, serangan asma dapat mengancam jiwa penderita.

Asma tidak bisa disembuhkan, namun gejalanya bisa dikendalikan. Karena gejala asma sering berubah seiring berjalannya waktu, maka penting bagi penderita untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk melacak tanda dan gejala yang dirasakan dan menyesuaikan pengobatan sesuai kebutuhan.

Penyebab Penyakit Asma

Meski telah banyak penelitian oleh para ahli, namun hinggi kini belum diketahui secara pasti penyebab penyakit asma.

Yang pasti, saluran pernapasan penderita lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tak menderita asma. Sehingga ketika paru-paru penderita teriritasi dengan pemicu asma, otot-otot saluran pernapasannya akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit.

Dengan demikian bisa disimpulkan, saluran pernapasan penderita asma, memiliki kondisi yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas).


 

Adapun beberapa faktor pemicu atau penyebab penyakit asma adalah sebagai berikut:

  • Polusi udara : asap, debu, zat kimia
  • Serbuk sari
  • Udara dingin
  • Makanan
  • Hewan berbulu
  • Tekanan jiwa
  • Bau/aroma menyengat, misalnya parfum, dan
  • Menstruasi, penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.
  • Faktor keturunan, jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.

Sampai saat ini para ahli tidak bisa menjelaskan mengapa beberapa orang bisa menderita penyakit asma dan yang lainnya tidak, tapi para ahli menyebut pemicu serangan asma bisa jadi adalah kombinasi antara faktor lingkungan dan genetik (warisan).

Tanda dan Gejala Penyakit Asma

Gejala asma bervariasi pada setiap orang, begitu juga dengan gejala asma pada anak dan orang dewasa.

Beberapa orang mengalami serangan asma yang jarang terjadi atau mengalami serangan pada waktu-waktu tertentu saja – seperti saat berolahraga – dan beberapa penderita lainnya mengalami gejala setiap saat.

Adapun tanda dan gejala seseorang terserang penyakit asma adalah sebagai berikut:

  • Pernafasan berbunyi—wheezing/mengi/bengek, terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Namun, tak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, atau wheezing adalah penderita asma
  • Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale)
  • Batuk berkepanjangan waktu malam atau cuaca dingin.
  • Penderita mengeluhkan perasaan dada sempit
  • Penderita bisa tak dapat berbicara karena kesulitan mengatur pernafasan saat terjadi serangan
  • Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal di rongga dada atau leher
  • Kecemasan berlebihan penderita yang justru bisa memperburuk keadaanya
  • Penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat, sebagai reaksi atas kecemasannya.

Beberapa penderita mengalami gejala yang lebih serius dan mengharuskan mendapat perawatan dari dokter. Berikut ini beberapa tanda dan gejala asma yang semakin memburuk dan membutuhkan perawatan darurat (pertolongan pertama).

Segera kunjungi dokter jika anda mengalami:

  • Sesak nafas yang semakin memburuk
  • Pasien mengalami wheezing atau suara bernada tinggi saat bernafas
  • Kondisi pasien tidak membaik meski telah menggunakan bantuan inhaler
  • Mengalami sesak nafas meski hanya melakukan aktifitas fisik yang ringan
Gejala dan obat penyakit asma

Gejala dan obat penyakit asma

Obat Penyakit Asma

Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala asma kambuh kembali. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Beberapa cara pengobatan asma antara lain:

  • Inhaler, ini obat yang paling dicari penderita asma. Obat ini praktis dan bisa dibawa kemana saja.
  • Spacer, wadah plastik yang terbuat dari plastik atau logam. Spacer, diliengkapi corong hisap pada salah satu lubang dan lubang pada ujung yang lainnya, yang ketika bagian inhaler dipencet maka obat itu akan masuk ke bagian spacer, dan bisa dihirup melalui bagian corong spacer itu.
  • Streroid oral, ini untuk asma yang sudah kronis atau kambuh tiap hari.
  • Omalizumab atau Xolair, fungsi obat ini menyembuhkan dan meredakan penyakit asma, dengan mengikat salah satu protein yang terlibat dalam respons imun di dalam tubuh manusia.

Jika sekiranya asma masih belum bisa dihentikan, dokter akan memberikan berbagai macam obat-obatan pencegah asma yang lainnya, sebagai berikut :

  • Theophylline, iIni adalah obat yang bisa digunakan sebagai pelebar saluran pernafasan.
  • Leukotriene receptor antagonist, obat berbentuk tablet, yang berfungsinya menghambat terjadinya reaksi kimia berupa radang di dalam saluran pernapasan manusia.

Meski banyak penderita asma mengandalkan obat dokter untuk mencegah dan meredakan gejala asma yang dirasakan, penderita juga bisa melakukan beberapa hal sendiri untuk menjaga kesehatan dan mengurangi kemungkinan serangan asma di kemudian hari seperti menggunakan obat tradisional atau obat herbal penyakit asma.

Obat Tradisional Penyakit Asma

Pengobatan alternatif dapat membantu mengurangi gejala asma. Namun, perlu diingat bahwa pengobatan tradisional ini bukan pengganti perawatan medis – terutama jika Anda menderita asma berat.


 

Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi ramuan atau suplemen apapun untuk mengobati asma anda, karena beberapa obat alternatif mungkin berinteraksi dengan obat yang Anda minum.

Pengobatan asma alternatif meliputi:

  1. Latihan pernafasan. Latihan pernafasan dapat mengurangi jumlah pengobatan yang Anda butuhkan dan dapat menjaga gejala asma Anda terkendali.
  2. Obat herbal dan obat tradisional. Beberapa obat herbal dan obat tradisional dapat membantu penderita mengurangi gejala asma yang dirasakan.

Adapun beberapa jenis obat tradisional untuk mengobati penyakit asma, antara lain:

  1. Madu, larutkan 1 sendok teh madu dengan air hangat ditambahkan sedikit kayu manis bubuk. Rutinkan, minum setiap hari.
  2. Jahe, rebus beberapa jahe segar yang baru dipetik dan minum air rebusannya, saat masih hangat.
  3. Terapi akupuntur, ini salah satu metode pengobatan asma yang bisa dirutinkan. Beberapa orang ternyata bisa sembuh dengan terapi ini.
  4. Bawang putih, bawang putih dapat membersihkan paru-paru. Campur dua siung bawang putih dengan secangkir susu, dan minum hangat-hangat.

Cara Menghindari Serangan Asma

Untuk menghindari serangan asma, langkah tepat yang dapat dilakukan adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri.

Masing-masing penderita asma, biasanya memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri, berkaitan dengan faktor pemicu penyakit asma yang dideritanya.

Seusai serangan asma mereda, dan penderita sudah bisa bernapas lega, disarankan untuk meneruskan pengobatan sesuai obat dan dosis dokter.

Selain itu, beberapa cara lain untuk menghindari serangan asma, yaitu:

  • Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter
  • Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat
  • Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur
  • Memonitor kondisi saluran napas
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan dapat memperburuk gejala asma.

Penyakit Asma kadang menimbulkan stres, frustrasi, marah atau depresi karena penderita harus mengurangi aktivitasnya untuk menghindari gejala semakin berat.

Penderita asma perlu setiap saat berkonsultasi ke dokter untuk memahami kondisi dan untuk mengendalikan gejala yang mungkin dirasakan.

Tulis Komentar