Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Sesak Nafas

Sesak nafas atau dalam dunia medis disebut dyspnea, adalah kondisi di mana seseorang merasa seolah kekurangan udara, bahkan bisa jadi merasa tak leluasa saat menghirup udara. Atau bisa dikatakan sesak nafas merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan dalam bernafas atau tidak cukup mendapat asupan udara.

Pada orang dewasa, proses pernafasan terjadi hingga 20 kali per menit atau sekitar 30.000 napas dalam satu hari. Aktifitas kita sehari-hari dapat menyebabkan perubahan pada pola nafas, tetap umumnya tidak sampai menyebabkan sesak napas.



Sesak napas bisa menjadi tanda peringatan adanya masalah kesehatan yang membutuhkan perawatan segera. Dan jika satu waktu Anda tiba-tiba merasa sulit bernafas yang diiringi dengan rasa mual dan nyeri dada, maka segera hubungi dokter atau mencari bantuan.

Ada orang yang mengalami sesak nafas hanya sekali saja, tetapi ada pula yang mengalami sesak nafas berulang secara konstan (kronis). Tindakan pengobatan tergantung dari jenis sesak napas yang dialami.

Di artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahas penyakit sesak nafas secara mendetail, mulai dari penyebab, gejala, cara mencegah dan cara mengobatinya. Mari kita bahas satu per satu.

Penyebab Sesak Nafas

Epidemi dyspnea tidak selalu berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan seseorang, meskipun sekitar 85 persen kejadian sesak napas berkaitan dengan kesehatan jantung dan paru-paru.

Seseorang dapat mengalami sesak napas setelah berolahraga secara intens, atau saat bepergian ke tempat yang tinggi, atau saat tubuh mengalami perubahan suhu yang mendadak.


 

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan sesak nafas:

  1. Tersedak

Ini merupakan penyebab paling umum. Gumpalan makanan yang menghalangi saluran udara bisa membuat pasokan oksigen yang akan di saluran ke dalam tubuh menjadi berkurang. Tentunya ini bisa mengakibatkan sesak di dada, dan untuk mengatasi situasi ini anda bisa melakukan teknik manuver heimlich.

  1. Keracunan karbon monoksida

Gas karbon monoksida yang terhirup saluran pernafasan, dapat mengganggu kemampuan darah untuk mengangkut oksigen untuk di edarkan ke seluruh tubuh.

  1. Asma

Asma adalah penyakit kronis yang menyerang organ paru-paru yang di tandai dengan kesulitan bernafas yang satu ini bisa terjadi kepada siapa saja.

  1. Gagal Jantung

Otot jantung yang mengalami kerusakan, walaupun jantung masih berdenyut, namun denyutnya sangatlah lemah dalam memompa darah yang mengandung oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

  1. Infeksi Luka

Meskipun intensitas terjadi sesak napas terbilang kecil, namun penyebab dan gejala sesak nafas karena infeksi luka, bisa terjadi pada orang-orang yang memilki kelainan golongan darah.

  1. Difteri

Difteri disebabkan oleh bakteri ataupun racun. Penyebab dan gejala sesak nafas karena difteri biasanya mempengaruhi amandel, hidung, tenggorokan maupun kulit.

  1. Tenggelam

Tenggelam bisa mengakibatkan paru-paru terisi dengan cairan yang berupa air, sehingga menghambat pasokan oksigen dalam tubuh. Ini bisa menyebabkan kematian mendadak dalam waktu yang singkat.

  1. Tercekik

Cekikan bisa menyebabkan sesak nafas dan menghambat pasokan oksigen dalam tubuh seseorang serta kompresi saluran nafas. Cekikan seringkali menimbulkan kematian.

  1. Croup

Croup di tandai dengan adanya batuk, dengan tingkat keparahan yangi sulit di deteksi.

  1. Batuk Rejan

Batuk ini merupakan salah satu jenis penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi bakteri bordetellla pertussis, yang terjadi pada saluran pernafasan.

  1. Adanya benda asing yang menyumbat saluran pernafasan

Beberapa penelitian menyebutkan makanan semi padat merupakan salah satu penyebab sebagian besar kasus asphyxiations untuk kalangan orang tua.

Beberapa hal lain seperti serangan panik, kanker paru-paru, dan jumlah sel darah merah yang rendah (anemia), dapat membuat seseorang kehabisan nafas.

Jika Anda mengalami sesak nafas secara teratur dan tidak tahu penyebabnya, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu.

Wanita rentan mengalami sesak nafas

Wanita rentan mengalami sesak nafas

Gejala Sesak Napas

Sesak nafas terbagi atas dua yaitu sesak napas akut (mendadak) dan sesak napas kronis (menahun). Dispnea akut biasanya dimulai dalam beberapa menit atau jam. Bisa terjadi dengan gejala awal seperti demam, ruam, atau batuk.

Sementara gejala sesak napas kronis bisa ditandai dengan kehabisan nafas saat beraktifitas sehari-hari, seperti saat berjalan dari kamar ke kamar atau saat berdiri dari posisi duduk.

Adapun beberapa gejala sesak nafas yang umum dialami penderita dispnea antara lain adalah:

  • Kesulitan saat bernapas
  • Batuk yang berlangsung lama
  • Denyut nadi menjadi cepat
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Merasa mudah lelah
  • Napas dengan bunyi (mengi)
  • Sulit tidur
  • Kondisi kuku dan bibir terlihat membiru
  • Nyeri dada
  • Sianosis
  • Timbul kejang
  • Terjadi kelumpuhan
  • Mengalami koma
  • Dapat mengalami kematian

Terkadang, gejala sesak napas menjadi lebih baik atau lebih buruk tergantung posisi tubuh tertentu. Misalnya, berbaring bisa memicu sesak napas pada orang yang memiliki beberapa jenis penyakit jantung dan paru-paru.

Dengan mengetahui gejala sesak nafas yang dialami dapat membantu dokter mendiagnosa dan merekomendasikan pengobatan yang terbaik untuk penderita.

Cara Mencegah Sesak Napas

Agar penderita sesak napas tidak terus bergantung pada alat bantu pernapasan bila sesak nafas menyerang, ia harus segera melakukan tindakan untuk memperbaiki pernapasannya.


 

Setidaknya, tindakan pencegahan berikut ini bisa mengatasi sesak nafas saat kambuh tanpa memerlukan obat dokter.

  1. Berhenti Merokok
  2. Olahraga ringan
  3. Makan dengan porsi yang lebih sedikit, namun lebih sering
  4. Latihan Pernapasan
  5. Tidur
  6. Carilah Ruang Hijau
  7. Rubah Posisi Duduk
  8. Konsumsi Vitamin

Penderita perlu menghindari pemicu sesak nafas seperti bahan kimia, asap, debu, dan asap. Orang-orang dengan penyakit asma mungkin juga mengalami sesak napas setelah terpapar alergen seperti serbuk sari atau jamur.

Pengobatan Sesak Napas

Sebelum memberikan obat, dokter yang memeriksa akan melakukan diagnosa untuk mengetahui penyebab sesak napas yang diderita.

Penderita mungkin akan menjalani serangkaian tes fungsi paru-paru, yang disebut spirometri, untuk mengukur seberapa banyak udara yang bisa dikeluarkan dari paru-paru dan seberapa cepat melakukannya. Tes ini bisa juga bisa membantu mendiagnosa asma dan COPD.

Pengobatan sesak napas, tergantung pada penyakit dan kondisi penyebabnya. Tujuan pengobatan sesak nafas utamanya adalah untuk memastikan suplai oksigen cukup untuk tubuh.

Untuk obat sesak napas yang biasa diresepkan dokter, meliputi:

  • Bronkodilator, obat untuk melebarkan-atau membuka-saluran udara
  • Kortikosteroid, kadang-kadang disebut steroid-paru.
  • Antibiotik, digunakan untuk membunuh bakteri berbahaya, bila penyebab sesak napas adalah infeksi bakteri.
  • Obat jantung, diberikan dokter, ketika memang penyebab sesaknya adalah masalah jantung,

Sedangkan untuk mengobati sesak napas dengan obat tradisional, sebagai berikut :

  • Bawang putih, kandungan allicin ampuh menghambat kuman dan mengurangi penyempitan saluran udara.
  • Jus delima, membantu mengatasi sesak karena peradangan dan penyumbatan pada sistem pernapasan.
  • Kopi, mengandung zat yang memiliki cara kerja mirip bronkodilator. Namun, untuk penderita tekanan darah tinggi dan jantung, berhati-hati.
  • Jahe, penelitian melaporkan bahwa, jahe efektif meredakan sakit tenggorokan, sakit perut, sakit kepala, dan gangguan pernapasan seperti sesak nafas. []

Selain minum obat penderita juga disarankan aktif berolahraga untuk membangun kekuatan paru-paru. Jika Anda merokok, berhentilah sekarang juga. Merokok sangat buruk bagi pernapasan dan kesehatan secara keseluruhan.

Napas yang tersengal bukanlah gejala yang boleh diabaikan begitu saja, apalagi jika anda sering mengalaminya. Minumlah obat yang diresepkan dokter sesuai dosis dan hubungi dokter jika gejala sesak napas Anda berubah.

Tulis Komentar