Mendengkur dan Sesak Napas Saat Tidur, Waspadai Sleep Apnea

Jika suatu malam anda tiba-tiba terbangun karena merasa seperti tercekik dan sesak napas, maka kemungkinan besar anda menderita gangguan tidur yang diidap oleh jutaan pria di seluruh dunia yang disebut Obstructive Sleep Apnea.

Sleep apnea menyebabkan tubuh tidak bisa beristirahat karena selalu terbangun saat tidur. Penderita biasanya mengalami penurunan produktifitas di siang hari akibat kekurangan energi.



Normalnya pria dewasa membutuhkan delapan jam tidur setiap malam. Sleep apnea menyebabkan delapan jam itu terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Jadi meskipun anda bisa mendapatkan tidur delapan jam, tetapi yang anda dapatkan sesungguhnya adalah bagian-bagian kecil tadi, karena saat tidur anda tiba-tiba sulit bernapas sehingga selalu terbangun.

“Terbangun tiba-tiba beberapa kali dalam semalam tentu saja akan merampok hak anda untuk mendapatkan tidur nyenyak tak terputus yang berfungsi untuk memulihkan tenaga setelah seharian beraktifitas,” ujar SF Quan, seorang direktur organisasi yang menangani gangguan tidur di Universitas Arizona. “Gangguan tidur setiap malam akan mengganggu produktifitas anda di siang hari, menyebabkan anda lesu dan mengantuk selama jam kerja,” lanjutnya.

Sleep Apnea tidak hanya akan menguras energi anda tetapi juga akan mengubah penampilan anda. Mata menjadi sembab, tubuh tidak bugar, tidak fokus dan selalu mengantuk. SF Quan menyebut banyak penderita Sleep Apnea yang mengalami penuaan dini akibat tidur yang terganggu setiap malam.

Mendengkur saat tidur

Mendengkur saat tidur


 

Akibat lain yang mungkin dirasakan oleh penderita sleep apnea adalah penurunan kadar oksigen dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan serius seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan stroke. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan, sepertiga pria yang menderita sleep apnea pernah mengalami kecelakaan laku lintas atau kecelakaan di tempat kerja.

Sleep Apnea juga dapat mengganggu keharmonisan dengan pasangan. Jika istri selalu terbangun setiap suami terjaga akibat tercekik saat tidur, biasanya menjadi sumber percekcokan. Gairah seksual pria dengan sleep apnea juga akan menurun sehingga sulit mengalami ereksi saat akan berhubungan. Karena tidak memiliki energi yang cukup maka hormon seks tidak diproduksi secara maksimal atau sistem syaraf menjadi kurang sensitif, akibatnya terjadi impotensi.

Penyebab Sleep Apnea

Penyebab sleep apnea

Penyebab sleep apnea

Sleep Apnea disebabkan oleh tertutupnya jalan napas oleh jaringan-jaringan di bagian atas hidung dan tenggorokan. Sejalan dengan bertambahnya usia, jaringan-jaringan tersebut akan melebar dan menjadi kendur. Ketika tidur, jaringan tadi akan menjadi lemas dan rebah menutup jalan napas.

Apabila penutupan tadi hanya parsial maka obstruksinya juga parsial, sehingga ketika bernapas, jaringan-jaringan tadi akan bergetar, menghasilkan bunyi-bunyian khas yang kita sebut mendengkur.

Jika jaringan-jaringan tadi sangat lemas sehingga menutup total jalan napas, maka saat itulah terjadi sleep apnea. Beberapa orang menyebut sleep apnea adalah kelanjutan tahap mendengkur. Yang jelas prosesnya sama, perbedaannya adalah pada sleep apnea, tidak ada udara sama sekali yang bisa lewat.

Jaringan yang menyumbat aliran udara bisa terjadi selama sepuluh detik sampai satu menit. Tubuh anda menjadi kekurangan oksigen tapi penyumbatan terus terjadi hingga akhirnya otak mendeteksinya lalu memerintahkan tubuh agar tersedak. Akibat tersedak dan merasa tercekik, penderita akan terbangun dan ini menyebabkan jaringan-jaringan tadi akan mengencang kembali sehingga jalan napas akan terbuka lebar.

Saat ketika pernapasan sudah kembali normal, penderita biasanya akan kembali terlelap, dan proses yang sama akan kembali terulang dan penderita akan terbangun kembali akibat tersedak.

Berikut ini beberapa penyebab Sleep apnea dan menimbulkan sesak napas saat tidur:

  1. Jaringan di bagian atas hidung dan tenggorokan menjadi kendur sehingga menutupi saluran napas
  2. Jaringan tenggorokan lebih besar dari ukuran normalnya
  3. Tonsil, adenoid atau uvula berukuran besar
  4. Terdapat tumor atau kista di jalan napas
  5. Rahang yang tidak sempurna
  6. Memiliki saluran napas yang sempit

Perkembangan seseorang menjadi penderita sleep apnea biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan beberapa ahli mengungkapkan hampir tidak ada kasus sleep apnea yang datang tiba-tiba. Orang biasanya mengalami beberapa tahap sampai akhirnya menderita sleep apnea dari mendengkur berat sampai sleep apnea ringan dan akhirnya menjadi berat.

Gejala Sleep Apnea

Kebanyakan pria mengalami sleep apnea tanpa menyadarinya, bahkan terkadang pasangan tidur merasa terganggu karena ikut terbangun saat penderita mengalami sesak napas. Berikut ini beberapa gejala sleep apnea yang mungkin dirasakan oleh penderita:

  1. Mengantuk berlebihan di siang hari
  2. Mendengkur keras saat tidur
  3. Kejadian berhenti bernapas sehingga terbangun biasanya disaksikan orang lain (pasangan)
  4. Tiba-tiba terbangun dari tidur disertai dengan sesak napas
  5. Saat bangun mulut terasa kering atau sakit pada tenggorokan
  6. Sakit kepala di pagi hari
  7. Kesulitan tidur (insomnia)
  8. Gangguan konsentrasi

Kebanyakan orang tidak menganggap mendengkur sebagai gangguan tidur yang serius tetapi lebih baik segera periksakan diri ke dokter jika anda mengalami mendengkur yang keras terutama apabila dengkuran tersebut diselingi dengan periode waktu hening yang lama. Tanyakan kepada dokter mengenai gangguan tidur yang membuat anda kelelahan di siang hari atau gangguan lainnya.

Gunakan masker saat tidur untuk mengatasi sleep apnea

Gunakan masker saat tidur untuk mengatasi sleep apnea

Cara Mengatasi Sleep Apnea

Gangguan sleep apnea tidak bisa disembuhkan dan tidak ada obatnya. Tetapi meski demikian, anda bisa mengatasinya. Berikut ini beberapa tips cara mengatasi sleep apnea yang bisa anda lakukan sendiri:

1. Kurangi berat badan

Lemak akan menekan leher ke arah bawah sehingga mempersempit jalan napas. Penurunan berat badan sebanyak 25% dapat mengatasi sleep apnea atau mengurangi lamanya serangan.

2. Berhenti merokok

Merokok menyebabkan jalan napas mengalami iritasi dan peradangan dan membuatnya lebih sempit. Saat tidur seorang perokok cenderung mengalami sesak napas dan akan terbangun tiba-tiba seperti tercekik.

3. Bersihkan saluran hidung secara rutin

Saluran hidung harus dibesihkan terutama oleh para penderita nasal obstruction, penderita biasanya menghirup udara dengan lebih berat menyebabkan saluran napas menyempit. Dengan secara teratur membersihkan saluran hidung, udara menjadi lebih mudah mengalir melalui hidung.

4. Stop alkohol

Alkohol menyebabkan otot-otot dan jaringan menjadi lemas secara berlebihan dan tiba-tiba. Jangan meminum alkohol setidaknya empat jam sebelum tidur untuk menghindari terjadinya sleep apnea.

5. Jangan minum obat tidur atau obat penenang

Karena merasa sulit tidur, penderita biasanya mengkonsumsi obat tidur. Memang hasilnya akan terlihat secara instan tetapi seperti alkohol, efek obat tidur akan membuat otot dan jaringan menjadi lemas.

6. Tidur yang cukup


 

Terlambat tidur hanya akan membuat anda lebih mengantuk sehingga saat tidur otot dan jaringan akan sangat lemas dan menyebabkan terjadinya sleep apnea.

7. Jangan tidur telentang

Pada umumnya serangan sleep apnea hanya terjadi saat tubuh tidur telentang. Karena itu ubahlah kebiasaan anda ke posisi telungkup atau menyamping.

8. Hindari tidur dengan posisi tubuh rata

Gunakan bantal kepala sewaktu tidur tetapi jangan terlalu tinggi sebab dapat membuat leher pegal atau tertekuk sehingga jalan napas tersumbat. Miringkan tempat tidur anda dengan mengganjal kaki ranjang anda bagian kepala sedemikian rupa membuat tubuh bagian atas anda lebih tinggi dari bagian bawah.

9. Gunakan masker saat tidur

Cara ini sangat efektif mengatasi sleep apnea. Alat ini akan memberi tekanan udara positif ke saluran napas agar tenggorokan tidak ambruk. Kelemahan cara ini adalah penderita menjadi tidak nyaman saat tidur karena mengenakan masker di wajah.

10. Hati-hati dengan obat

Dokter kadang meresepkan obat yang dapat membuat otot dan jaringan di sekitar tenggorokan tetap kencang saat anda tidur. Dampak dari obat ini adalah membuat penderita sulit tidur nyenyak.

Komentar dan Tanggapan

  1. febriwihando July 2, 2015
  2. Yustus bunga November 21, 2016

Tulis Komentar