Bahaya Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus menempati posisi penyebab kematian nomor 6 di dunia. Sekitar 1,3 juta orang meninggal karena menderita diabetes, dan 4% diantaranya meninggal sebelum usia 70 tahun. Semua orang perlu memberi perhatian lebih terhadap bahaya diabetes melitus ini.

Diabetes merupakan ancaman serius bagi kesehatan. Beberapa penyakit berbahaya seperti serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan, gangrene pada kaki diabetes, dan stroke merupakan daftar penyakit komplikasi akibat diabetes.




Kesibukan bekerja seringkali membuat seseorang melupakan pentingnya mengatur pola hidup yang sehat. Padahal, pola makan dan gaya hidup yang berantakan merupakan penyebab terbesar terkena penyakit diabetes

Seseorang terancam mengalami segala bahaya diabetes melitus, jika kadar gula darahnya melebihi 126 mg/dl (puasa) atau 200 mg/dl (tidak puasa). Meski begitu, biasanya penderita diabetes baru merasakan gejala diabetes setelah gula darahnya melewati 270 mg/dl.

Ini diakibatkan pencatatan dan pemantauan kondisi gula darah yang sering diabaikan. Sehingga, penderita sering tidak tanggap terhadap kondisi gula darahnya.

Seseorang yang menderita diabetes harus mengontrol gula darahnya secara ketat. Dan untuk mencegah diabetes beserta segala komplikasinya, penderita perlu mengatur pola makan dan pola hidup agar kembali sehat, meski merepotkan bagi mereka yang super sibuk. Suka tidak suka tindakan ini harus mereka lakukan sebab diabetes merupakan pintu masuk berbagai jenis penyakit.

Gejalanya yang tak begitu kentara, seperti sakit kepala, sering merasa lapat, kencing sedikit berlebih menyebabkan penderita diabetes tak sadar terkena diabetes.




Sejumlah penyakit berbahaya akibat komplikasi diabetes bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Pada beberapa kondisi tertentu, penderita diabetes bahkan harus melakukan amputasi pada kaki untuk menyelamatkan jaringan tubuh lainnya. Itu sebabnya banyak penderita diabetes yang akhirnya merasa frustasi.

Bahaya diabetes melitus tipe 1 dan 2

Terhindar dari bahaya diabetes melitus dengan kontrol gula darah

Bahaya Diabetes Tipe 1 dan 2

Diabetes tipe 1 dapat mempengaruhi beberapa organ utama tubuh seperti jantung, mata, pembuluh darah, dan ginjal. Penderita yang aktif menjaga tingkat gula darah agar tetap normal pada umumnya dapat terhindar dari risiko komplikasi dan bahaya diabetes.

Bahaya dari diabetes tipe 1 dan 2 terjadi secara gradual dan bertahap dalam jangka panjang. Meski demikian, setelah bertahun-tahun penderita kemungkinan akan mengalami beberapa hal sebagai berikut:




  1. Penyakit pada mata
    Diabetes dapat merusak pembuluh darah retina (retinopati diabetik), berpotensi menyebabkan kebutaan. Diabetes juga meningkatkan risiko visi serius lainnya.
  2. Kerusakan saraf
    Dikenal dengan istilah Neuropati Diabetes yang ditandai dengan terjadinya kerusakan progresif terhadap sistem saraf sebagai akibat dari diabetes tipe 1. Kerusakan saraf dapat menyebabkan tangan dan kaki mati rasa.
  3. Gagal ginjal
    Penyakit ginjal akibat diabetes atau nefropati diabetik adalah salah satu bahaya diabetes tipe 1 dan 2 yang paling umum terjadi. Gangguan ini ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang dalam kasus parah dapat mengakibatkan gagal ginjal, atau dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir.
  4. Penyakit jantung dan stroke
    Penyakit kardiovaskular adalah berbagai penyakit pada sistem pembuluh darah yang meliputi stroke dan serangan jantung. Dua jenis yang paling umum dari penyakit kardiovaskular adalah penyakit jantung koroner (yang disebabkan terjadinya penumpukan deposit lemak dalam pembuluh darah), dan hipertensi, atau tekanan darah tinggi.
  5. Disfungsi seksual
    Pada pria dengan diabetes, terutama pada mereka yang merokok, akan mengalami kerusakan saraf dan pembuluh darah. Jika kerusakan terjadi pada area alat vital maka menimbulkan masalah ereksi dan gairah yang menurun drastis.

Bahaya jangka panjang dari diabetes tipe 1 dan 2 terjadi secara bertahap, bahkan dapat mencapai 10 tahun. Dengan melakukan manajemen gula darah yang baik akan membantu menurunkan risiko komplikasi.

Bahaya Diabetes Gestasional

Bahaya diabetes gestasional pada bayi

Bahaya diabetes gestasional pada bayi

Diabetes gestasional, diabetes yang terjadi pada wanita hamil dengan tingkat glukosa yang sangat tinggi dalam darah mereka. Penderita diabetes gestasional memerlukan perawatan yang serius, karena berisiko pada bayi dan ibunya.

Seperti kondisi preklamsia selama kehamilan, kondisi ini, menyebabkan tekanan darah ibu hamil menjadi lebih tinggi, kandungan protein dalam urin juga meningkat, serta kaki mengalami bengkak.

Bila tak ditangani serius bisa berakibat fatal. Termasuk risiko kematian mendadak ibu dan bayi. Namun, penderita diabetes gestasional, tetap bisa melahirkan bayi yang sehat.

Adapun beberapa risiko yang bisa terjadi pada bayi, bila ibunya menderita diabetes gestasional selama masa kehamilan, sebagai berikut :

  1. Hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah
    Ibu hamil yang menderita diabetes gestasional, bisa menyebabkan kadar gula bayi rendah (hipoglikemia) tak lama setelah lahir. Kadar gula darah bayi perlu diawasi dalam waktu 12-24 jam pertama setelah kelahiran. Kondisi kadar gula darah terlalu rendah pada bayi, perlu ditangani segera dengan pemberian ASI sesaat setelah dilahirkan. Jika ASI tak dapat diberikan, bayi membutuhkan asupan glukosa secara langsung ke dalam aliran darahnya.
  2. Makrosomia
    Kondisi tubuh bayi membesar dari ukuran normal. Hal ini bisa menyulitkan proses persalinan, juga berisiko menyebabkan cedera pada bayi saat dikeluarkan dari kandungan ibunya.
    Makronesia, terjadi karena kadar gula ibu hamil yang meningkat akan diserap bayinya melalui plasenta. Selain itu, organ dalam si bayi seperti liver, kelenjar adrenal, dan jantung cenderung membesar.
  3. Risiko diabetes tipe 2
    Salah satu bahaya diabetes gestasional adalah anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes gestasional, rentan terkena diabetes tipe 2 saat dewasa. Ini disebabkan kerena anak-anak tersebut sudah memiliki kadar insulin yang tinggi sejak dalam kandungan.
  4. Tachypnea
    Kelainan yang terjadi pada sistem pernapasan bayi. Perlambatan perkembangan paru-paru pada bayi akan menyebabkan beberapa gangguan. Kekurangan oksigen, gejala pneumonia, dan hipertensi pada paru-paru merupakan tanda-tanda sistem saluran pernapasan yang tak sempurna pada bayi. Selain itu, bayi juga bisa mengalami hipoglikemia, hipotermia, polisitemia, serta gangguan otak.
  5. Kelainan sistem saraf pusat bawaan
    Bayi yang terlahir dari ibu hamil dengan diabetes, berisiko 16 kali lipat lebih mengalami hal ini.
    Akibatnya, akan timbul berbagai gangguan pada fungsi otak dan saraf tulang belakang. Kelainan sistem saraf pusat di antaranya: cacat perkembangan otak dan tulang kranial (anencephaly), cacat tulang belakang ditandai dengan benjolan saraf spinal (spina bifida), cacat perkembangan tulang ekor (caudal dysplasia)
  6. Kematian bayi
    Kematian bayi bisa terjadi di dalam atau di luar kandungan. Ini bisa terjadi, bila seorang ibu penderita diabetes gestasional, tidak mengatur kadar gula dalam darahnya yang meningkat selama masa kehamilan. Termasuk bila tidak menjalani perawatan diabetes selama kehamilannya.

Beberapa kondisi cacat bawaan pada bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes gestasional, bisa membahayakan nyawa si bayi, dan akan sulit untuk ditangani. Merencanakan kehamilan dengan tepat, bagi ibu penderita diabetes gestasional harus dilakukan, untuk mengurangi risiko gangguan dan kelainan bawaan.

Saat ini diketahui ada 3 jenis tipe diabetes yaitu tipe 1, 2 dan gestasional. Setiap tipe memiliki gejala yang khas meskipun faktor penyebabnya sama yaitu gangguan produksi insulin.

Dengan melakukan manajemen gula darah yang teratur, penderita dapat terhindar dari komplikasi dan bahaya penyakit diabetes yang muncul di kemudian hari..

Tulis Komentar