Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes Melitus atau biasa disebut penyakit kencing manis adalah penyakit kronis yang akan dialami seumur hidup oleh penderita. Ada 3 jenis tipe diabetes, yaitu tipe 1, diabetes tipe 2 dan tipe gestasional.

Tipe 1 diabetes adalah penyakit autoimun dan bersifat genetik. Sementara diabetes tipe 2 disebut juga penyakit gaya hidup dan mewakili sekitar 95% dari semua kasus diabetes yang ada.




Dikutip dari Federasi Diabetes Internasional, tahun 2015 penderita tipe 2 diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang, dengan rentang usia antara tahun 20 hingga 79 tahun.

Dari sekian banyak penderita diabetes tipe 2 tersebut, hanya sekitar separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Sebuah penelitian dilakukan oleh Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) dari Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun 2013.

Hasil penelitian menemukan sekitar 6,9 persen atau kurang lebih 12 juta dari total penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun menderita diabetes tipe 2.

Dimana dari jumlah tersebut di atas, hanya 26 persen saja yang terdiagnosa, sementara sisanya tidak menyadari dirinya menderita diabetes tipe 2.

Gejala dan cara mengobati diabetes tipe 2

Gejala dan cara mengobati diabetes tipe 2




Gejala Diabetes Tipe 2

Seseorang yang memiliki faktor risiko menderita diabetes seperti memiliki anggota keluarga yang mengidapnya, perlu melakukan pemeriksaan diri secara dini, salah satunya dengan memperhatikan gejala-gejala diabetes tipe 2.

Dengan mengetahui sejak dini, maka langkah antisipasi dapat dilakukan agar penderita dapat terhindar dari komplikasi diabetes yang berbahaya.

Gejala diabetes tipe 2 merupakan gejala klasik, maksudnya, gejala-gejala diabetes tipe 2 selalu ada di dalam diabetes tipe apapun, baik tipe 1 maupun tipe 2. Karena itu diagnosa perlu ditegakkan dengan tepat dengan mengunjungi dokter.

Berikut ini beberapa gejala diabetes melitus tipe 2:

  • Sering merasa haus
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Rasa lapar yang sangat
  • Mudah merasa kelelahan
  • Massa otot yang semakin berkurang
  • Berat badan berkurang
  • Bila mengalami luka, lambat sembuhnya, bahkan sering mengalami infeksi
  • Pandangan menjadi kabur

Seperti Anda perhatikan, gejala di atas sangat umum dan merupakan gejala dari ratusan jenis penyakit lain yang tidak ada hubungannya dengan diabetes tipe 2.

Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut di atas, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter, dengan demikian Anda bisa segera mendapatkan penanganan serta pengobatan dini.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang bisa terserang tipe 2 diabetes? Sebelum membahas penyebab diabetes tipe 2, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana metabolisme glukosa dalam tubuh Anda bekerja.

Di dalam perut, air ludah dan zat kimia mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa dimana glukosa berperan sebagai sumber utama energi bagi sel tubuh.

Penyebab diabetes melitus tipe 2

Penyebab diabetes melitus tipe 2

Dalam organ hati, tubuh juga menyimpan sejumlah gula, tetapi dalam bentuk glikogen. Nah, bila Anda tidak makan dengan benar atau glukosa di dalam darah Anda rendah, glikogen ini yang akan dihancurkan dan berubah menjadi glukosa.

Berikutnya, aliran darah menyerap gula dan membawanya ke bagian sel yang membutuhkan. Namun, tanpa bantuan insulin, sel tidak dapat menggunakan energi.

Insulin dihasilkan oleh organ pankreas. Pankreas yang menerima sinyal bahwa terdapat glukosa di dalam darah akan memproduksi insulin lebih banyak.

Selanjutnya, dengan membiarkan glukosa memasuki sel tubuh, insulin akan mengurangi jumlah gula darah, serta otomatis produksi insulin di dalam pankreas pun menurun.

Masalah bisa timbul, bisa sel tak mengenali insulin. Akibatnya hormon insulin tak bisa membantu sel untuk menggunakan glukosa sebagai energi. Lalu apa yang terjadi? Glukosa, akan terus berdiam di dalam darah, dan lama kelamaan akan menumpuk di sana.

Sementara itu, pankreas Anda akan terus memproduksi insulin berlebih karena adanya kadar glukosa yang tinggi di dalam darah, padahal sel tubuh tidak dapat menggunakannya untuk menyerap glukosa. Kondisi inilah yang menyebabkan diabetes tipe 2.

Saat ini, para ahli kesehatan masih terus mencari tahu gambaran penuh tentang penyebab diabetes tipe 2. Namun, kelebihan berat badan dan faktor genetik disinyalir sebagai salah satu faktor penyebab risiko utama dari diabetes melitus tipe 2 ini.

Nasi putih dan minuman soda disebut salah satu penyebab diabetes tipe 2 karena memiliki kalori yang sangat tinggi, menyebabkan berat badan bertambah dengan cepat. Orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan dan kurang bergerak, berisiko terserang diabetes tipe 2.

Jadi pola hidup tidak aktif menjadi pemicu utamanya. Itulah mengapa, penyakit ini dulu banyak ditemukan pada orang-orang dewasa. Namun, saat ini jumlah penderita diabetes tipe 2 pada anak-anak mulai meningkat.

Mengobati dan Mengatasi Komplikasi Diabetes Tipe 2

Obat diabetes tipe 2

Obat diabetes tipe 2

Untuk mengobati diabetes tipe 2, diagnosa dini sangat dibutuhkan agar diabetes bisa ditangani sesegera mungkin. Dengan adanya deteksi dini, memungkinkan kadar gula darah penderita diabetes bisa dikendalikan.

Meski diabetes tak dapat disembuhkan, pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan kadar gula darah serta untuk mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Dalam jangka panjang, komplikasi paling serius dari diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit jantung, yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, stroke, amputasi, dan bahkan kematian.

Orang dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko rata-rata dua kali penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami diabetes.

Namun, Anda dapat mengurangi risiko tersebut dengan cara:

  • Berhenti merokok
  • Mengelola tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dengan diet, olahraga, dan obat-obatan
  • Mengambil aspirin dosis rendah (81 mg) setiap hari, jika anda indikasi

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa obat diabetes juga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Obat Diabetes Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2, merupakan penyakit progresif. Itulah mengapa penderita penyakit ini membutuhkan obat-obatan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Saat ini terdapat sejumlah obat-obatan oral (pil) yang tersedia untuk mengobati penyakit diabetes melitus tipe 2, yaitu:

1. Metformin

Obat diabetes ini adalah pilihan pertama yang umumnya diresepkan kepada penderita diabetes yang memiliki berat badan berlebih dan masih memiliki fungsi ginjal yang normal.

Contoh nama merek yang ada di pasaran adalah Glucophage, Glumetza, Riomet, Fortamet. Metformin bekerja dengan cara meningkatkan kemampuan tubuh dalam merespon insulin sehingga dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi (glukosa).

Penderita diabetes yang juga memiliki masalah ginjal, liver, dan penyakit jantung dan juga penderita yang alkoholik tidak boleh minum obat diabetes metformin.

2. Sulfonilurea

Sulfonilurea telah digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 selama bertahun-tahun. Sulfonilurea bekerja dengan cara meningkatkan kadar insulin tubuh untuk menurunkan kadar gula darah sampai 20 persen.

Sayangnya seiring waktu, sulfonilurea akan berhenti bekerja. Obat diabetes tipe 2 ini umumnya digunakan jika metformin tidak memadai dalam mengontrol kadar gula darah. Seperti metformin, Anda tidak boleh mengonsumsi sulfonilurea jika memiliki masalah gagal ginjal.

Terdapat beberapa paten dari obat sulfonilurea yang tersedia yaitu Glucotrol, DiaBeta, Micronase, Glynase, Amaryl. Pilihan obat tergantung pada biaya dan ketersediaan.

3. Suntik Insulin

Di masa lalu, pengobatan dengan suntik insulin diberikan kepada pasien diabetes tipe 2 yang gula darahnya tidak dapat dikontrol dengan penggunaan obat-obatan oral dan perubahan gaya hidup.

Namun saat ini, ada beberapa bukti bahwa menggunakan insulin pada tahap awal dapat meningkatkan kontrol diabetes secara keseluruhan dan membantu pankreas memproduksi insulin.

Suntikan insulin dapat digunakan sebagai pengobatan pertama pada beberapa orang dengan diabetes tipe 2, atau dapat juga ditambahkan atau pengganti dari obat-obatan oral. Insulin harus disuntikkan oleh pasien atau anggota / teman keluarga.

4. Thiazolidinediones

Termasuk ke dalam kelas obat-obatan ini adalah pioglitazone (nama merek: Actos) dan rosiglitazone (nama merek: Avandia), yang bekerja menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Obat thiazolidinediones diambil dalam bentuk pil dan pada umumnya dikonsumsi bersamaan dengan obat lain seperti metformin, sulfonilurea, atau insulin.




Diet dan Olahraga

Hal penting berikutnya adalah mengubah gaya hidup. Penderita diabetes tipe 2 bisa mengendalikan penyakit yang dideritanya serta meminimalkan komplikasi yang mungkin terjadi, dengan cara menerapkan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Menerapkan pola hidup sehat, sangat dibutuhkan oleh penderita tipe 2 diabetes, karena jika diabaikan, penderita diabetes akan mengalami komplikasi yang sangat berbahaya. Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh.

Olahraga teratur dapat membantu pasien diabetes tipe 2, bahkan beberapa jenis olahraga dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam merespon insulin.

Aktif bergerak dan hanya mengonsumsi makanan sehat adalah salah satu cara mencegah penyakit diabetes melitus yang sangat direkomendasikan para ahli dan dokter.

Hindari Stres

Orang dengan diabetes tipe 2 sering merasa stres akibat tanggung jawab yang meningkat akibat diabetes, seperti tes rutin gula darah, diet, olahraga, kunjungan dokter, konsumsi obat-obatan, dan potensi risiko adanya komplikasi.

Apalagi jika penderita merasa manfaat dari pengobatan tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan. Hal ini tidak jarang menyebabkan timbulnya depresi yang menyebabkan perawatan menjadi lebih sulit

Dalam hal ini penderita perlu mendapat dukungan dari keluarga dan teman-teman dalam mengelola penyakit yang dialami.

Demikian informasi singkat tentang diabetes tipe 2. Meski tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat dikelola agar kualitas hidup pasien tetap baik dan terhindar dari penyakit komplikasi lain.

Dengan mengetahui apa saja faktor penyebab diabetes tipe 2, kita dapat terhindar dari penyakit tersebut, terutama jika kita memiliki faktor risiko seperti memiliki faktor genetik.

Tulis Komentar