TERNYATA ! Makanan Sehari-Hari Ini Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan

Anda adalah apa yang anda makan. Demikian ungkapan kuno yang sangat tepat untuk menggambarkan kondisi pola makan dan diet sebagian besar orang saat ini. Karena itu dalam artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahas 10 jenis makanan tidak sehat yang wajib anda hindari jika ingin tetap sehat.




Gaya hidup modern yang serba sibuk dan menuntut kecepatan mengubah cara orang menikmati makanan. Aktivitas yang padat membuat konsumen malas mengolah sendiri bahan makanannya dan bergantung sepenuhnya pada produk-produk siap saji yang dijual di toko dan supermarket.

Kesehatan dan kandungan gizi makanan bukan lagi pertimbangan utama konsumen dalam memilih makanannya. Yang penting murah, rasanya lezat dan mudah diolah. Jadilah makanan tidak sehat yang menjadi pilihan utama mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mengonsumsi makanan tidak sehat dan lemak berlebih memicu terjadinya kegemukan. Padahal berdasarkan data dari WHO, jumlah kematian akibat berat badan berlebih di negara-negara maju ternyata lebih besar dari malnutrisi di negara-negara miskin.

Salah satu penyakit paling umum yang terjadi karena efek obesitas adalah penyakit jantung. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada pria dan wanita di Amerika Serikat.

Daftar Makanan Tidak Sehat yang Wajib Dihindari

Pola makan tidak sehat adalah pintu masuk berbagai jenis penyakit terutama obesitas dan penyakit jantung kronis. Jika anda ingin menjalani hidup sehat, anda perlu mengetahui apa-apa saja makanan yang baik untuk dikonsumsi dan makanan apa yang harus dihindari.

Makanan tidak sehat yang harus dihindari

Makanan tidak sehat yang harus dihindari




Berikut ini 10 jenis makanan tidak sehat yang tidak boleh anda makan:

1. Mentega (Margarin)

Mentega dan margarin adalah salah satu makanan tidak sehat tapi paling sering dikonsumsi orang. Meskipun terbuat dari lemak nabati, margarin diolah menggunakan metode pemanasan hidrogenasi yang berfungsi untuk memadatkan minyak.

Dalam proses tersebut, terbentuk lemak trans yang jauh lebih berbahaya daripada lemak jenuh karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL) dari dalam tubuh.

Kolesterol jahat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri dan membatasi gerak aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Kolesterol jahat yang menumpuk semakin banyak dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Dalam proses pembuatannya, margarin juga dicampur zat kimia seperti nikel dan cadmium sebagai zat pengeras. Nikel dan cadmium adalah logam berbahaya yang dapat menyebabkan timbulnya masalah pada ginjal dan paru-paru terutama jika margarin dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terus menerus.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam The Journal of Nutritional Biochemistry mencatat bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak trans selama 24 minggu menunjukkan penumpukan plak di arteri-nya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa lemak trans menghambat aktivitas protein penting yang mengatur pembaharuan sel dan memperkuat kekebalan jantung terhadap penyakit.

Sementara mentega yang sering digunakan dalam berbagai produk makanan olahan terbuat dari lemak hewani. Dan seperti kita tahu lemak hewan mengandung sangat banyak lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.

Mentega dan margarin termasuk makanan tidak sehat, hindari atau kurangi volume penggunaannya dalam batas minimum. Di Inggris, dikutip dari detik.com, dokter sudah melarang orang untuk makan mentega dan diikuti dengan munculnya peraturan pemerintah setempat yang membatasi peredarannya.

2. Daging Olahan

Bagi Anda yang senang makan daging olahan seperti sosis sepertinya perlu mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan tersebut sama sekali. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO pada 26 September 2015 yang lalu merilis pernyataan bahwa makan daging olahan seperti sosis dan ham dapat menyebabkan kanker.

Daging olahan adalah segala jenis daging merah atau putih yang melalui proses pengawetan dengan cara pengasapan, diasinkan, dikeringkan, atau menggunakan bahan pengawet berbahaya seperti natrium nitrit. Contoh daging olahan adalah bacon, kornet, ham, sosis, daging asap, dendeng, dan makanan kaleng.

Karena berbahayanya, WHO kini menggolongkan daging olahan sebagai zat karsinogenik bagi manusia, posisinya sama dengan asbes dan rokok sehingga wajib dihindari. Dalam rilisnya, WHO menyebut makan 50 gram daging olahan setiap hari akan meningkatkan risiko kanker sebesar 18%.

Sebelumnya, sebuah studi dilakukan pada tahun 2013 yang diterbitkan oleh BioMed Central yang mengumpulkan data gaya hidup yang sangat lengkap pada 448.568 pria dan wanita di 10 negara Eropa.

Para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi daging olahan memiliki risiko 44 persen lebih besar mengalami kematian dini akibat penyakit jantung dan kanker.

Daging olahan juga memiliki kandungan garam tinggi yang meningkatkan tekanan darah. Pengawet nitrat di dalamnya juga dapat menyumbat arteri dan meningkatkan kadar gula darah.

Pada tahun 2010, peneliti dari Harvard School of Public Health dievaluasi 1.600 studi kasus dari empat benua dan menyimpulkan bahwa konsumsi daging olahan meningkatkan risiko diabetes sebesar 19 persen. Semua jenis daging olah adalah makanan tidak sehat dan perlu dihindari atau dikurangi.

Di bawah ini daftar daging olahan yang diketahui mengandung natrium nitrit dan monosodium glutamat (MSG), dan zat aditif berbahaya lainnya:

  • Sosis
  • Kornet
  • Dendeng
  • Daging babi asap
  • Daging Sandwich
  • Hot Dog
  • Pizza beku dengan campuran daging
  • Sup daging yang dikalengkan
  • Daging beku
  • Sandwich daging

Bisa disebut hampir semua daging merah olahan yang dijual di sekolah umum, restoran cepat saji, supermarket, rumah sakit, ataupun di hotel telah diawetkan dengan salah satu metode diatas. Hindari makanan-makanan tidak sehat tersebut jika anda tidak ingin sakit.

Baca kompas.com: Penyebab Daging Olahan Memicu Kanker

3. Minuman Soda (Soft Drink)

Di Indonesia, minuman soda adalah salah satu jenis minuman yang paling disukai orang terutama anak-anak. Hampir semua restoran cepat saji menyajikan minuman ini sebagai pengganti air putih.

Padahal satu botol soda mengandung 44 gram gula dan mengonsumsinya secara teratur akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak yang dapat menyebabkan kegemukan, diabetes dan tekanan darah tinggi.

Dalam studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam American Society for Clinical Nutrition, para peneliti menyimpulkan bahwa rajin konsumsi minuman ringan memiliki efek buruk pada kepadatan mineral dalam tulang dan memicu terjadi pengeroposan tulang.

Selain itu, sebuah studi 2001 yang diterbitkan di Lancet menyimpulkan bahwa mengonsumsi minuman soda sejak masih anak-anak meningkatkan risiko  obesitas dan diabetes pada orang dewasa. Soda juga mengandung asam fosfat yang menghambat penyerapan kalsium, melemahkan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.

Karena dampaknya yang sangat berbahaya, minuman soda digolongkan sebagai makanan tidak sehat yang harus dihindari.

4. Mie Instan

Indonesia adalah salah satu produsen mie instan paling terkenal di dunia. Rasanya yang enak dan murah membuat banyak orang terutama pelajar dan mahasiswa menjadikan makanan ini sebagai salah satu makanan pokok sehari-hari.

Padahal mie instan sarat dengan penguat rasa, pengawet, bumbu dan juga pewarna. Kandungan gizi mie instan sangat sedikit sementara kalori, lemak dan natrium di dalamnya sangat tinggi. Mengonsumsi mie instan sama saja dengan menyerap bahan pengawet dan aditif berbahaya di dalamnya.

Di Korea mie instan digolongkan sebagai makanan tidak sehat. Dalam sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition, para peneliti di Korea mempelajari kebiasaan makan dari 10.711 orang dewasa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang makan mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu dilaporkan mengalami peningkatan risiko sindrom metabolik yang terlihat dari beberapa gejala seperti naiknya tekanan darah, gula darah tidak stabil, kolesterol dan lemak perut meningkat.

Dimana semua kondisi-kondisi tersebut akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

5. Makanan Kaleng

Sistem pengalengan adalah salah satu cara yang umum dilakukan oleh industri makanan untuk mengawetkan makanan sehingga tidak mudah dijangkiti oleh bakteri.  Dengan cara ini konsumen dapat mengonsumsi makanan khas dari negara lain dengan mudah.

Sayangnya, metode pengawetan menyebabkan makanan tidak sehat lagi. Salah satu penyebab makanan kaleng berbahaya adalah senyawa Bisphenol A (BPA) yang terdapat di dalam lapisan kaleng yang bocor ke dalam makanan.

Memasukkan senyawa ini ke dalam tubuh dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan seperti kegemukan, kanker payudara, gangguan hati dan pubertas dini jika dikonsumsi rutin oleh anak-anak.

Sebuah studi pada tahun 2013 yang diterbitkan dalam Human Reproduction mencatat bahwa BPA yang dikonsumsi melalui makanan dapat menyebabkan terjadinya mutasi telur pada wanita, menyebabkan kesulitan mengandung. BPA bahkan disebut-sebut dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara.

Selain itu, sebuah studi lain di tahun yang sama yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menemukan korelasi langsung antara tingkat BPA yang ditemukan dalam urin anak-anak dan obesitas. Anak yang mengalami obesitas merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung saat usia dewasa kelak.




6. Makanan yang Digoreng Dengan Teknik Deep Frying

Deep frying adalah salah satu teknik menggoreng makanan dengan suhu tinggi menggunakan minyak yang sangat banyak sehingga makanan terendam dalam minyak panas. Makanan yang digoreng dengan teknik ini biasanya dilapisi oleh tepung untuk menjaga kelembaban alami makanan.

Contoh makanan yang digoreng dengan teknik deep frying adalah kentang goreng, keripik kentang, onion ring, ayam goreng dan irisan daging yang dilapisi tepung roti yang sangat lezat, tetapi juga sangat tidak sehat.

Minyak yang digunakan biasanya adalah minyak jenuh yang karena telah digunakan berkali-kali berubah menjadi minyak trans yang berbahaya. Proses menggoreng yang sangat lama menyebabkan makanan akan menyerap lemak lebih banyak.

Makanan deep frying tergolong sebagai makanan tidak sehat dan harus dihindari. Makan makanan ini secara teratur akan meningkatkan kolesterol jahat dan menyumbat arteri. Dan pada akhirnya akan menyebabkan masalah jantung.

Sebuah studi pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association menunjukkan hubungan positif antara asupan makanan gorengan dengan penyakit gagal jantung.

Juga, sebuah studi di 2014 yang diterbitkan dalam American Society for jurnal Nutrition menunjukkan bahwa sering mengonsumsi makanan gorengan berkaitan dengan risiko diabetes 2 atau penyakit jantung koroner.

Selain itu makanan kaya karbohidrat seperti kentang yang digoreng pada suhu tinggi akan menghasilkan senyawa akrilamida yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Ganti Makanan Tidak Sehat Dengan Aneka Sayur dan Buah-Buahan

Saat ini konsumen tidak lagi mempertimbangkan bagaimana makanan yang dibelinya mempengaruhi kondisi kesehatan mereka. Mereka tidak lagi merasa perlu mengetahui asal usul makanan tersebut, bagaimana proses pengiriman, proses pengolahan dan bagaimana toko menjaga kualitas produk makanan tersebut.

Salah satu cara menjalani hidup yang sehat adalah mengatur pola makan dan hanya mengonsumsi makanan yang memiliki nilai gizi tinggi (sehat). Salah satu ciri makanan sehat adalah masih memiliki enzim dan vitamin yang cukup.

Makanan yang telah diproses umumnya akan merusak enzim dan vitamin dan bahkan dapat menciptakan senyawa karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh. Hindarilah makanan tidak sehat sebagai konsumsi sehari-hari dan beralihlah ke makanan-makanan hijau seperti sayuran dan buah-buahan.

Demikian informasi singkat beberapa jenis makanan tidak sehat yang wajib dihindari. Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda menjalani gaya hidup lebih sehat.

Tulis Komentar

Loading...