6 Jenis Olahraga Untuk Penderita Diabetes Melitus Type 1 dan 2

Mungkin ada yang bertanya, apakah penderita diabetes boleh berolahraga? Jika boleh, jenis olahraga apa saja yang diperbolehkan dan apa-apa saja yang harus diperhatikan penderita sebelum berolahraga?

Hingga saat ini, cukup banyak penderita diabetes yang malas berolahraga. Padahal, olahraga bagi penderita diabetes banyak membantu terutama dalam menurunkan berat badan. Merujuk beberapa penelitian, latihan tubuh yang dilakukan secara rutin dan terarah memiliki banyak manfaat terutama bagi penderita diabetes melitus.




Olahraga dapat menurunkan gula darah penderita diabetes melitus jika dilakukan secara teratur. Jenis olahraga yang baik untuk penderita diabetes seperti berjalan kaki, akan membantu menstabilkan kadar gula darah, karena mampu merangsang sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin.

Olahraga juga membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki keseimbangan tubuh. Banyak penderita diabetes tipe 2 yang berisiko mengalami obesitas dan mudah terjatuh.

Sehingga setiap orang yang berusia 40 tahun ke atas yang hidup dengan diabetes perlu melakukan latihan keseimbangan dan menjadikannya sebagai latihan rutin, setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Selain itu, manfaat olahraga rutin untuk penderita diabetes adalah mencegah komplikasi, menurunkan kadar lemak, menurunkan resiko penyakit jantung, meningkatkan kelenturan otot sendi, mencegah tulang keropos, menstabilkan kesehatan emosi serta menjaga berat badan ideal.

Namun begitu, olahraga untuk penderita diabetes berbeda dengan olahraga pada umumnya. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh penderita diabetes sebelum berolahraga.




Jika salah dalam melakukan aktivitas latihan ini bisa berakibat fatal, misalnya munculnya hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah pada penderita diabetes tipe 1.

Jenis olahraga untuk penderita diabetes
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan penderita diabetes sebelum berolahraga?

1. Cek kadar gula sebelum berolahraga
Jika kadar gula kurang dari 70 mg/dl atau lebih dari 250 mg/dl, sebaiknya olahraga ditunda dulu

2. Frekuensi
Penderita diabetes perlu memperhatikan frekuensi dalam berolahraga. Bagi penderita diabetes yang memiliki kelebihan berat badan, disarankan berolahraga setiap hari, agar mempercepat pembakaran kalori yang menumpuk dalam tubuh

3. Penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2, jenis olahraganya berbeda
Olahraga intensitas rendah hingga sedang, cocok untuk pasien diabetes tipe 1. Selama berolahraga, penderita diabetes tipe 1 harus mewaspadai hipoglikemia. Ini biasa terjadi bila penderita diabetes belum menyuntikkan insulin, belum makan, atau terlalu memaksakan diri berolahraga.

Sebaiknya memilih jenis latihan yang efektif, namun tidak menguras banyak tenaga. Penderita diabetes tipe 2, disarankan berolahraga jenis menengah, sementara olahraga berat cukup 3 kali seminggu.

Penderita diabetes, jangan melakukan olahraga yang terlalu membebani fungsi organ jantung dan paru-parunya. Pilih jenis olahraga dengan ritme yang cenderung stabil. Sebab, olahraga yang tak stabil ritmenya bisa memberikan beban berlebihan bagi organ jantung dan paru-paru.

4. Intensitas Olahraga
Penderita diabetes tak boleh memaksakan diri dalam berolahraga. Intensitas olahraga perlu diperhatikan. Saat berolahraga, penderita diabetes baiknya menghitung denyut nadi. Intensitasnya dinyatakan cukup jika denyut nadi 50 hingga 75 persen dari denyut normal.

5. Berolahraga dengan porsi yang pas dan tidak berlebihan
Ada baiknya konsultasikan metode dan jenis olahraga yang tepat pada dokter sebelum berolahraga. Agar latihan tubuh yang dilakukan tepat dengan tipe penyakit diabetes yang diderita.

6. Melakukan cek-up kesehatan berkala
Untuk memantau perkembangan kesehatan penderita diabetes sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan.

Setelah memperhatikan faktor-faktor di atas, kini kita akan membahas olahraga apa saja yang cocok untuk penderita diabetes dan bagaimana melakukannya secara efektif.

Jenis Olahraga Untuk Penderita Diabetes

Jenis olahraga yang dianjurkan dokter untuk penderita diabetes melitus adalah sebagai berikut:

1. Aerobik

Jenis latihan aerobik yang dapat dilakukan penderita diabetes adalah jogging, berenang, bersepeda, atau mengikuti kelas aerobik. Tetapi, bila memiliki masalah dengan kaki, kurangi beban pada kaki dan pilih latihan ringan saja, seperti berenang, bersepeda dan lain sebagainya.

Olahraga jenis ini, bermanfaat menjaga berat badan tetap terkontrol. Penelitian menunjukkan efek menguntungkan dari aerobik adalah jika dilakukan setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Tetapi, jangan lupa untuk tetap mengatur pola makan. Latihan ini juga bisa mengurangi stres, melatih jantung, melancarkan aliran darah, meningkatkan oksigen di dalam tubuh, menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan banyak lagi.

2. Peregangan atau Stretching

Latihan biasa disebut pemanasan atau warm-up. Latihan ini bertujuan mengurangi cidera, ketegangan otot dan sebagainya. Sebelum dan sesudah berolahraga berat lakukan peregangan rutin.

Di rumah bisa melakukan gerakan push-up untuk melatih gerakan dada serta lengan, dan gerakan sit-up untuk mengencangkan perut. Olahraga ini bisa meningkatkan massa otot, membakar lemak lebih cepat, dan sebagainya. Rutinkan latihan ini seminggu 3 kali, dan selebihnya bisa diisi dengan latihan jenis aerobik.

3. Angkat Beban (Weight Lifting)

Latihan beban untuk penderita diabetes sangat baik karena dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh. Angkat beban bisa dilakukan di rumah atau di tempat fitnes. Rencanakan latihan beban minimal dua kali seminggu.

Latihan beban membangun massa otot, dan ini penting bagi penderita diabetes tipe 2. Jika Anda kehilangan massa otot, maka anda memiliki waktu yang jauh lebih sulit untuk mempertahankan gula darah Anda.

4. Berjalan kaki

Berjalan adalah olahraga yang paling mudah dan murah. Yang dibutuhkan hanya sepasang sepat dan sebuah tempat untuk dikunjungi. Berjalan mungkin merupakan salah satu aktivitas yang paling tepat untuk penderita diabetes tipe 2.

5. Latihan Tai Chi

Tai chi, adalah gerakan yang dilakukan secara perlahan dan santai selama 30 menit, teknik ini merupakan pilihan latihan yang sangat baik untuk penderita diabetes tipe 2.

Tai chi sangat ideal untuk diabetis karena dapat membuat tubuh jadi bugar dan stres berkurang drastis. Tai chi juga meningkatkan keseimbangan dan dapat mengurangi kerusakan saraf dan mencegah komplikasi.

6.  Yoga

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jika Anda menderita diabetes, maka melakukan latihan yoga secara teratur dapat memberi manfaat bagi tubuh Anda dalam beberapa cara.

Manfaat yoga bagi penderita diabetes adalah dapat membantu menurunkan lemak tubuh, melawan resistensi insulin, dan memperbaiki fungsi saraf – dimana semua hal tersebut sangat penting bila bagi penderita diabetes tipe 2.

Seperti tai chi, yoga juga merupakan latihan yang dapat menghilangkan stres akibat diabetes. Saat mengalami stres, tubuh cenderung memproduksi kadar gula darah yang lebih tinggi, dan hal tersebut sangat berbahaya.




Salah satu keuntungan yoga adalah Anda bisa melakukannya sesering yang Anda suka. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa yoga membantu mengurangi gejala depresi pada orang dewasa yang mengalami diabetes tipe 2.

7. Renang

Berenang bagi penderita diabetes melitus sangat baik karena tidak memberi tekanan berlebih pada sendi. Berenang juga memudahkan kaki jika dibandingkan dengan olahraga berjalan kaki atau jogging.

Karena kaki rentan terluka saat berenang di kolam, maka sangat disarankan penderita diabetes menggunakan sepatu khusus yang dibuat untuk digunakan di kolam renang yang dapat mencegah kaki tergores dan mengurangi risiko tergelincir.

8. Bersepeda Indoor

Bersepeda sangat baik bagi jantung dan menguatkan fungsi paru-paru. Sepeda stasioner (indoor) sangat ideal untuk penderita diabetes karena dapat dilakukan di dalam rumah dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan.

Bersepeda meningkatkan aliran darah ke kaki Anda – sangat bermanfaat bagi penderita diabetes – dan membakar banyak kalori untuk menjaga berat badan Anda pada tingkat ideal.

Melakukan pekerjaan rumah tangga, juga bisa dianggap olahraga yang tepat bagi penderita diabetes. Ada beberapa olahraga yang tidak cocok untuk penderita diabetes, misalnya sepak bola, voli, basket dan bulu tangkis

Demikian beberapa jenis olahraga yang cocok untuk penderita penyakit diabetes. Sebaiknya berolahraga secara rutin dan menjadikannya sebagai gaya hidup, bukan sekedar pengisi waktu luang. Bagi penderita diabetes, olahraga secara rutin mampu mencegah komplikasi yang seringkali terjadi.

Tulis Komentar