Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Bronkhitis

Bronkhitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut. Selaput lendir yang meradang tersebut, kemudian membengkak dan menjadi lebih tebal.

Kondisi ini mempersempit atau menutup saluran udara yang kecil di paru-paru, kemudian mengakibatkan batuk yang bisa disertai dengan dahak dan sesak napas.

Bronkhitis merupakan salah satu jenis penyakit penyakit pernapasan. Penyakit bronkhitis ada dua bentuk, yaitu bronkhitis akut yang berlangsung satu hingga tiap minggu dan bronkhitis kronis yang berlangsung setidaknya 3 bulan dalam setahun, selama dua tahun berturut-turut.

Bronkhitis terbagi atas dua jenis, yaitu:

  1. Bronkhitis Akut, seringkali dimulai dari flu biasa atau infeksi pernapasan. Jenis ini sangat umum dan paling sering dialami orang. Penderita biasanya akan membaik dalam waktu seminggu dan tidak memiliki efek jangka panjang.
  2. Bronkhitis kronis, terjadi akibat adanya pembengkakan pada lapisan tabung bronkial yang menyebabkan iritasi yang berulang. Bronkhitis kronis perlu perawatan intensif dan merupakan salah satu jenis penyakit paru obstruktif krinik (PPOK).

Penyebab Bronkhitis

Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus, biasanya adalah virus yang sama yang menyebabkan flu. Karena obat antibiotik tidak bisa membunuh virus, maka obat jenis ini tidak bisa membantu penderita bronkitis akut.

Sementara penyebab utama dari bronkhitis kronis adalah merokok. Selain rokok, polusi udara dan debu atau gas beracun di lingkungan rumah atau tempat kerja juga dapat menyebabkan penyakit ini.

Secara umum, penyakit bronkhitis disebabkan beberapa hal, yaitu:

  1. Virus

Virus yang menginfeksi saluran napas, paling umum adalah virus influenza A dan influenza B, RSV, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus maupun coronavirus.

  1. Bakteri

Sedangkan bakteri penyebab bronkhitis, paling umum disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, Moraxella catarrhalis, dan Haemophilus influenzae.

  1. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dan menghirup asap rokok, merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bronkhitis kronik.  Kebiasaan merokok sangat berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia.

Padahal, rambut silia berfungsi menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan. Setelah beberapa lama seseorang menjadi perokok, kandungan rokok dalam tubuhnya bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus.

Ketika hal tersebut terjadi, kotoran tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru itulah, yang membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.

  1. Polusi udara

Di suatu tempat yang tinggi tingkat pencemaran udara yang disebabkan oleh asap kendaraan, asap pabrik, bahan kimia, asap kebakaran hutan bisa memicu terjadinya bronkhitis.

Di Indonesia penyakit bronkitis menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kesakitan terbanyak. Namun, diduga peningkatan penderita bronkhitis setiap hari semakin meningkat, dikarenakan terjadinya peningkatan polusi udara, disebabkan oleh kegiatan industri dan transportasi, serta akibat kebakaran hutan.

Gejala-Gelaja Bronkhitis

Jika Anda menderita bronkitis akut, Anda mungkin memiliki gejala seperti dingin, sakit kepala ringan atau badan terasa sakit-sakit. Gejala ini biasanya akan membaik dalam waktu sekitar seminggu, meski demikian penderita bronkitis akut kemungkinan mengalami batuk-batuk selama beberapa minggu.

Sementara itu gejala bronkitis kronis adalah batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh selama tiga bulan dan gejala yang terus berulang selama dua tahun berturut-turut.

Secara umum gejala bronkhitis adalah:

  1. Sering batuk berdahak, yang kemungkinan bercampur dengan darah. Batuk bisa menyerang siang maupun malam.
  2. Merasa lelah dan lemas
  3. Napas pendek dan berat da nada suara cukup keras
  4. Bagian dada terasa nyeri
  5. Terganggunya aktivitas fisik.

Pada umumnya bronkitis tidak menimbulkan masalah lain, meski demikian dalam beberapa kasus bronkhitis dapat menyebabkan pneumonia atau paru-paru basah meskipun jarang terjadi.

Segera hubungi dokter jika batuk yang Anda alami diikuti oleh gejala-gejala di bawah ini:

  • Disertai darah atau lendir yang mengental
  • Mengganggu dan menyebabkan Anda tidak bisa tidur di malam hari
  • Berlangsung selama lebih dari 3 minggu
  • Menyebabkan nyeri pada dada
  • Memiliki suara menggonggong dan membuat Anda sulit berbicara
  • Hadir seiring dengan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Cara Mencegah Penyakit Bronkitis

Tentu saja mencegah penyakit bronkhitis lebih baik daripada mengobatinya. Untuk mencegah seseorang terserang penyakit bronkhitis, ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain :

  • Menghindari makanan yang mengandung banyak minyak
  • Tidak terlalu lama berada dalam ruang ber-AC
  • Sebaiknya tidak terlalu sering terkena angin dan kelembaban udara pada malam hari
  • Menghindari daerah-daerah yang terpapar polusi udara atau yang berpotensi terpapar polusi udara
  • Hindari asap rokok
  • Dapatkan vaksin flu, karena Anda mungkin terkena bronkitis dari virus flu.
  • Sering cuci tangan.
    Pakailah masker saat Anda berada di sekitar hal-hal yang dapat mengganggu paru-paru Anda, seperti asap.

Bagaimana Mengobati Bronkitis</h3

Pada sebagian besar kasus, penyakit bronkitis dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Tetapi jika bronkitis yang diderita disebabkan oleh bakteri (yang jarang terjadi), maka dokter mungkin meresepkan obat anti biotik.

Jika penderita juga menderita penyakit lain seperti asma, alergi, atau mengi, maka dokter mungkin menyarankan penggunaan inhaler. Alat ini membantu membuka saluran napas dan membuat Anda lebih mudah bernafas.

Bagi pasien penderita bronkhitis, dokter biasanya akan meresepkan beberapa jenis obat yang membantu mengurangi gejala bronkitis. Obat-obatan paling umum untuk mengobati bronkhitis meliputi :

  • Antibiotik, obat ini tidak begitu efektif mengobati bronkhitis. Namun, kemungkinan dokter meresepkannya untuk mencegah risiko infeksi bakteri jika kekebalan tubuh pasien rendah.
  • Obat batuk, terlalu banyak batuk dapat melukai tenggorokan dan bronkus. Jika batuk mengganggu tidur, penderita bronkhitis perlu minum obat batuk.
  • Obat lainnya, jika pasien penderita bronkhitis menderita asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dokter mungkin menyarankan inhaler atau obat lain untuk mengurangi radang dan membuka jalur yang menyempit di dalam paru-paru.
  • Rehabilitasi, pasien yang menderita bronkitis kronis, penting untuknya menjalani rehabilitasi. Terapi ini akan menyediakan program latihan pernapasan yang mengajarkan cara bernapas dengan lebih mudah dan meningkatkan kemampuan berolahraga.

Pengobatan Alami Bronkhitis

Selain menggunakan obat resep dari dokter, penderita juga dapat menggunakan obat alami untuk menyembuhkan bronkitis yang diderita. Obat alami bronkitis meliputi obat herbal ataupun obat tradisional berbahan dasar tanaman.

Terdapat beberapa cara pengobatan secara alami yang cukup efektif, dan dapat dilakukan di rumah diantaranya:

  1. Bawang merah, caranya dengan memakan secara langsung bawang merah dicampur dengan sedikit gula. Bisa juga dengan menyertakan bawang merah kupas dalam menu sehari-hari. seperti pada sayur dan salad. Atau dengan meminum jus bawang merah satu hingga dua sendok makan setiap paginya.
  2. Garam Inggris, caranya dengan menambahkan 1 kg garam inggris ke dalam 60 liter air hangat. Biarkan garam larut sempurna, lalu penderita bisa berendam atau mandi dengan air hangat yang dicampur garam tadi, selama kurang lebih 30 menit. Rutinkan setiap hari, hingga tubuh merasakan adanya perubahan kesehatan.

Demikian informasi singkat seputar penyakit Bronkitis, semoga bermanfaat.

Leave a Reply