Perbedaan Diabetes Kering dan Diabetes Basah

Di masyarakat barangkali anda sering mendengar istilah penyakit diabetes kering dan diabetes basah. Sebenarnya, dalam dunia medis tidak dikenal istilah tipe diabetes kering dan diabetes basah.

Istilah itu muncul karena perbedaan kondisi pada penderita yang mengalami diabetes melitus. Istilah lain yang juga sering digunakan dalam masyarakat adalah penyakit kencing manis dan penyakit gula yang sama-sama merujuk pada penyakit diabetes.




Perbedaan kondisi para penderita diabetes disebabkan oleh perbedaan kadar gula dalam darah setiap penderita. Penderita diabetes yang memiliki kadar gula yang lebih rendah, saat mengalami luka luar akan cepat sembuh dan kering, kondisi ini disebut diabetes kering.

Sebaliknya, bagi penderita yang memiliki kadar gula yang tinggi, saat mengalami luka akan susah sembuh, kondisi inilah yang biasa disebut dengan diabetes basah.

Jika istilah diabetes kering dan diabetes basah tidak dikenal dalam istilah medis, lalu apa istilah yang benar untuk membedakan penyakit diabetes? Dalam istilah medis, dikenal tiga jenis diabetes yaitu diabetes gestasional, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Perbedaan jenis diabetes kering dan diabetes basah

Perbedaan jenis diabetes kering dan diabetes basah

Perbedaan dan Kesamaan Diabetes Kering dan Diabetes Basah

Diabetes kering dan diabetes basah merupakan istilah yang merujuk pada kondisi luka yang terjadi pada penderita diabetes. Diabetes kering memiliki luka yang berbentuk kering. Sedangkan diabetes basah memiliki luka berbentuk basah, karena nanah (pus) di atasnya.




Namun, diabetes kering dan diabetes basah memiliki beberapa kemiripan tanda-tanda dan gejala. Yang membedakannya hanya tahapan dan keadaan fisik dari penderita.

Beberapa tanda-tanda dan gejala yang mirip antara diabetes kering dengan diabetes basah, yaitu :

  • Rasa lapar yang meningkat
  • Rasa haus yang tinggi disertai sering sekali buang air kecil
  • Mulut yang terasa kering karena dehidrasi
  • Penglihatan mulai kabur
  • Otot terasa linu karena dehidrasi
  • Nafas berbau
  • Sensitif
  • Sakit kepala yang lebih sering
  • Hipertensi
  • Munculnya rasa gatal-gatal
  • Berat badan turun secara drastis karena dehidrasi dan pembakaran lemak yang terjadi secara terus menerus

Namun, ada beberapa tanda-tanda serta gejala yang hanya terjadi pada diabetes basah. Salah satu yang paling mudah dideteksi adalah infeksi yang terjadi karena adanya luka. Luka semakin sulit untuk sembuh, karena kadar gula yang meningkat tak terkendali.

Pada dasarnya baik kencing manis basah maupun kering sama-sama bisa disembuhkan menggunakan obat alami diabetes yang saat ini banyak dijual di pasaran.

Supaya lebih jelas, berikut ini beberapa perbedaan antara diabetes basah dan diabetes kering.

Diabetes Kering

Pada diabetes kering luka terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah akibat hiperglikemia berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan sirkulasi darah terganggu dan luka menjadi sulit sembuh.

Sirkulasi darah yang terganggu ikut menghambat oksigen dan nutrisi ke jaringan sekitar luka, sehingga luka tidak cepat sembuh bahkan bisa jaringannya bisa mati.

Penderita diabetes kering, cenderung memiliki tubuh yang semakin kurus. Tubuh penderita diabetes kering, menggunakan lemak sebagai pengganti tenaga. Hal ini disebabkan karena hormon insulin sudah tidak bisa memecah glukosa menjadi tenaga. Kondisi inilah yang disebut dengan istilah diabetes kering.

Ada beberapa hal yang diduga menjadi pemicu muncul diabetes kering, antara lain :




  1. Mengkonsumsi obat obatan kimia secara berlebihan
  2. Pola makan yang buruk, terlalu banyak makan makanan manis
  3. Faktor keturunan atau genetik
  4. Pola hidup asal-asalan, misalnya kurang olahraga, kurang tidur dan serta terlalu banyak duduk

Cek point-point di atas dan periksa diri anda. Bila anda memiliki potensi bisa terkena diabetes kering, lakukanlah upaya pencegahan. Lakukan pemeriksaan dini, untuk mendapatkan penanganan lebih serius.

Diabetes Basah

Diabetes basah merupakan kelanjutan diabetes kering dan merujuk pada penyakit diabetes tipe 2 yang masuk ke tahap lanjutan.

Kondisinya tidak jauh berbeda, yang membedakan adalah kadar glukosa yang berada di dalam darah yang jauh lebih tinggi pada penderita diabetes basah dibandingkan diabetes kering.

Diabetes basah juga banyak diderita oleh kalangan lanjut usia, dengan berat badan yang berlebih. Kadar gula yang tinggi merupakan penyebab luka sulit sembuh

Adanya infeksi berawal dari luka yang diakibatkan oleh bakteri clostridium perfringens atau bacillus fusiformis. Infeksi bisa terjadi pada jaringan kulit, saraf dan jaringan otot.

Secara alami, infeksi sering timbul pada daerah yang lembab seperti mulut, usus, paru-paru, serviks dan juga vulva. Namun, infeksi yang paling umum lebih sering terjadi pada daerah kaki.

Jika penderita diabetes basah memiliki luka, maka luka tersebut akan susah sekali mengering dan cenderung memburuk dari waktu ke waktu.

Hal ini terjadi karena adanya bakteri yang hinggap pada luka dan akhirnya berkembang biak sehingga infeksi justru bertambah parah. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada luka yang membusuk sehingga bagian tersebut harus diamputasi.

Demikian informasi singkat persamaan dan perbedaan diabetes kering dan diabetes basah, semoga bermanfaat.

Tulis Komentar