Perbedaan Utama Diabetes Melitus Tipe 1 dan 2

Ada dua jenis diabetes melitus yaitu tipe 1 dan tipe 2. Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 sangat besar meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan insulin.

Kedua jenis diabetes ini adalah penyakit kronis yang mempengaruhi cara tubuh mengatur gula darah, atau glukosa.

Glukosa adalah bahan bakar yang memberi makan sel tubuh, tapi untuk memasuki sel diperlukan insulin. Salah satu perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 terletak pada bagaimana tubuh merespon insulin.

  • Orang dengan diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin sama sekali
  • Orang dengan diabetes tipe 2 tidak memproduksi insulin sebagaimana seharusnya

Kedua jenis diabetes ini dapat menyebabkan tingginya kadar gula darah dalam tubuh dan menimbulkan risiko munculnya penyakit komplikasi.

Kebanyakan orang-orang salah dalam membedakan kedua jenis tipe diabetes di atas.

Padahal, membandingkan diabetes tipe 1 dan tipe 2 seperti membandingkan apel dan traktor, ungkap Gary Scheiner, CDE, seorang edukator diabetes dan penulis Think Like a Pancreas.

“Satu-satunya kesamaan yang mereka miliki adalah keduanya melibatkan ketidakmampuan untuk mengontrol kadar gula darah,” ujarnya.

Jadi, meski sama-sama berhubungan dengan kelebihan gula di dalam darah, diabetes tipe 1 dan tipe 2, punya beberapa perbedaan yang sangat mendasar.

Dan di artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahasnya secara mendetail, apa saja perbedaan diabetes melitus tipe 1 dan 2.

Kedua jenis diabetes di atas, jika tidak dikontrol, memiliki banyak gejala yang sama diantaranya:

  • Sering buang air kecil
  • Merasa sangat haus dan banyak minum
  • Merasa lapar
  • Merasa sangat lelah
  • Pandangan kabur
  • Luka yang tidak sembuh secara tuntas

Perbedaan Utama antara Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Penderita diabetes tipe 1 suntik insulin

Meskipun terdapat beberapa ketidakpastian yang sering kali melingkupi saat diagnosis diabetes, ada beberapa karakteristik umum dari setiap jenis diabetes.

Dengan penyebab yang sangat berbeda, pengobatan dan cara pencegahannya pun juga tidak bisa disamakan begitu saja.

Berikut, beberapa perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2, yaitu :

  1. Usia penderita

Usia penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2, cukup jauh berbeda. Diabetes tipe 1, lebih banyak menyerang pasien di bawah usia 20 tahun sehingga sering disebut juvenile onset, sebaliknya tipe 2 menyerang usia 35 tahun ke atas atau disebut adult onset.

Meski kini penggunaan istilah juvenile onset dan adult onset sudah dihilangkan, karena kini faktanya di lapangan, diabetes tipe 1 dan 2, bisa menyerang usia berapapun.

Hanya saja, kecenderungannya masih sama, yakni: tipe 1 lebih banyak menyerang di usia muda dan tipe 2 di usia tua.

  1. Postur

Perbedaan berikutnya adalah pada postur dan perawakan pengidapnya. Pada pasien penderita diabetes tipe 1, pada umumnya memiliki perawakan yang kurus.

Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2, akan lebih banyak menyerang orang-orang yang bertubuh besar yang dikategorikan memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

  1. Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, diabetes tipe 1 dan tipe 2, juga berbeda. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas, sehingga menyebabkan produksi insulin berkurang.

Sedangkan, penyebab diabetes tipe 2, disebabkan oleh resistensi insulin. Artinya insulin dalam tubuh cukup, namun tidak bisa bekerja dengan baik untuk mengontrol kadar gula darah.

  1. Cara pengobatannya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab diabetes tipe 1 dan 2 berbeda, dengan demikian tentunya pengobatan kedua tipe diabetes ini juga berbeda.

Pengidap diabetes tipe 1 membutuhkan insulin dalam bentuk suntikan maupun pompa insulin. Sementara itu, pasien diabetes tipe 2 cukup mengonsumsi obat oral atau obat telan saja.

  1. Kadar gula darah

Gula darah tinggi memang berbahaya, tetapi gula darah sangat rendah (hipoglikemia), juga tak bisa dipandang enteng. Sebab, dapat menyebabkan kelemahan, pusing, berkeringat dan gemetar.

Dalam kasus yang parah, bahkan bisa membuat penderitanya pingsan dan bahkan mengancam nyawa. Gula darah rendah lebih umum terjadi pada orang-orang dengan tipe 1.

Oleh karena itu, Anda perlu hati-hati dalam menghitung seberapa banyak insulin yang harus dikonsumsi (melalui suntikan atau pompa) berdasarkan asupan makanan dan tingkat aktivitas. Tentu saja ini, tidak selalu mudah.

Mengonsumsi lebih banyak insulin dari yang Anda perlukan malah akan memicu gula darah Anda menurun. Begitu pula bila dengan berolahraga. Meski menyehatkan, tetapi tenyata bisa menyebabkan gula darah rendah.

  1. Makanan

Pada dasarnya penderita diabetes dengan tipe 1 dapat makan apa saja yang mereka inginkan, jika sesuai dengan dosis insulinnya,” kata Scheiner, sang educator diabetes.

So, jika Anda berencana untuk pergi ke pesta ulang tahun, Anda hanya harus mengonsumsi insulin lebih banyak untuk melawan serangan gula dari kue.

Sebaliknya, bagi penderita diabetes tipe 2, harus lebih berhati-hati terhadap makanan. Kebanyakan orang dengan tipe 2 tidak mengonsumsi insulin dan artinya tubuh tidak bisa mengatasi dengan mudah apa yang Anda makan.

Penderita diabetes tipe ini, justru berkaitan erat dengan obesitas. Sedangkan konsumsi banyak makanan manis dapat dengan mudah menyebabkan kenaikan berat badan.

  1. Pencegahan dan antisipasi diabetes

Penyakit diabetes tipe 1, cukup sulit untuk diprediksi dan dicegah. Ini karena diabetes tipe 1, berkaitan dengan kelainan genetik yang dibawa sejak lahir.

Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sangat bisa dicegah. Hal ini disebabkan karena, diabetes tipe 2 biasanya menyerang orang-orang dengan pola makan tidak sehat dan jarang berolahraga.

Jadi untuk mengantisipasinya terapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat. 

  1. Jumlah penderita

Bila melihat dari perbandingan jumlah kasus, diabetes tipe 1 mencakup 10-15 persen dari jumlah seluruh pengidap diabetes.

Dikutip dari ABC News, Senin (20/2/2012), jumlah kasus diabetes tipe 2, utamanya di sejumlah negara maju dan berkembang, mencapai 85-90 persen dari seluruh pengidap diabetes semua tipe.

Baca juga: Perbedaan Diabetes Kering dan Diabetes Basah

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2 Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2

Perbedaan diabetes tipe 1 dan 2

Berdasarkan faktor penyebabnya, diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki perbedaan yang unik, yaitu:

Penyebab diabetes tipe 1:

Sistem kekebalan tubuh bertanggung jawab untuk melawan virus dan bakteri berbahaya. Pada orang dengan diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuhnya tidak bekerja dengan benar.

Sistem kekebalan tubuh penderita diabetes tipe 1 menyerang dan menghancurkan sel beta penghasil insulin di pankreas. Setelah sel beta ini hancur, tubuh tidak mampu memproduksi insulin.

Periset tidak tahu mengapa sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuhnya sendiri. Ini mungkin ada kaitannya dengan faktor genetik dan lingkungan, seperti terpapar virus.

Penyebab diabetes tipe 2:

Orang dengan diabetes tipe 2 memiliki resistensi insulin. Tubuh masih memproduksi insulin, tapi tidak bisa menggunakannya secara efektif.

Periset tidak yakin mengapa beberapa orang menjadi resistan terhadap insulin dan yang lainnya tidak, namun beberapa faktor gaya hidup dapat berkontribusi, termasuk kelebihan berat badan dan jarang berolahraga.

Faktor genetik dan lingkungan lainnya mungkin juga berkontribusi. Saat Anda mengembangkan diabetes tipe 2, pankreas Anda akan mencoba memberi kompensasi dengan memproduksi lebih banyak insulin.

Karena tubuh Anda tidak dapat secara efektif menggunakan insulin, glukosa akan menumpuk di aliran darah Anda.

Perbedaan Diabetes Melitus Tipe 1 dan 2 Berdasarkan Faktor Risikonya

Faktor risiko penderita diabetes tipe 1 dan 2 berbeda. Berikut ini beberapa faktor risiko tipe 1 diabetes:

  • Riwayat keluarga: Orang dengan salah satu anggota keluarga memiliki diabetes tipe 1 juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkannya.
  • Usia: Diabetes tipe 1 bisa muncul pada usia berapapun, tapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja.
  • Geografi: Prevalensi diabetes tipe 1 meningkat lebih jauh pada daerah khatulistiwa.
  • Genetika: Beberapa gen dalam tubuh menunjukkan peningkatan risiko terkena diabetes tipe 1.

Berdasarkan faktor risikonya, diabetes tipe 1 tidak bisa dicegah.

Sementara itu tipe 2 diabetes memiliki faktor risiko yang khas seperti mengalami kegemukan, usia di atas 45 tahun, kurang aktif dan memiliki keluarga yang juga mengalami diabetes.

Jika diabetes tipe 1 tidak bisa dicegah maka faktor risiko tipe 2 dapat dikurangi atau diturunkan dengan cara aktif olahraga, memperbaiki diet, dan menghindari stres.

Pengobatan Tipe 1 dan 2 Diabetes

Berdasarkan metode pengobatannya, diabetes tipe 1 dan 2 juga berbeda.

Tidak ada obat untuk diabetes tipe 1. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin, jadi insulin harus disuntikkan secara teratur ke dalam tubuh.

Beberapa orang menerima suntikan langsung ke dalam jaringan lunak, seperti perut, lengan, atau bokong, beberapa kali per hari.

Tes gula darah merupakan bagian penting dalam mengelola diabetes tipe 1, karena kadar bisa naik dan turun dengan cepat.

Sementara itu, berbeda dengan tipe 1, diabetes tipe 2 dapat dikontrol dan kondisinya dapat dibalikkan dengan diet dan olahraga saja, namun banyak penderita yang membutuhkan dukungan ekstra secara medis.

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter mungkin akan meresepkan obat yang dapat membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif.

Pemantauan gula darah Anda adalah bagian penting dari manajemen diabetes karena ini satu-satunya cara untuk mengetahui apakah penderita memiliki kadar yang normal.

Leave a Reply