Perbedaan Penyakit Paru-Paru Basah Dengan Paru-Paru Kering

Paru-paru merupakan salah satu dari dua organ besar yang terletak di dalam rongga dada di kedua sisi jantung. Salah satu jenis penyakit yang umum menyerang paru-paru adalah penyakit paru-paru basah dan paru-paru kering.

Di artikel pengensehat.com kali ini kita akan membahas keduanya, terutama apa saja perbedaan penyakit paru-paru basah dengan paru-paru kering.

Paru-paru bekerja dengan cara mengambil oksigen dari udara, kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh, lalu membuang gas karbon dioksida dari dalam tubuh melalui paru-paru itu sendiri, tenggorokan, dan hidung.

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada beberapa jenis gangguan penyakit yang bisa menyerang organ paru paru, di antaranya penyakit paru-paru basah dan paru-paru kering. Kedua penyakit ini akan mengganggu proses pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida.

Perbedaan Paru-Paru Basah dan Paru-Paru Kering

Perbedaan paru-paru basah dengan kering

Sebenarnya, dalam istilah medis tidak ada istilah paru-paru kering ataupun paru-paru basah. Sebab, pada dasarnya organ tersebut memang basah. Tetapi paru-paru yang terlalu basah atau terlalu kering adalah pertanda adanya gangguan pada organ tersebut.

  1. Paru-Paru Basah

Paru-paru basah merupakan istilah awam yang digunakan untuk menyebut penyakit Pneumonia.

Pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua paru paru yang dapat disebabkan virus, bakteri atau jamur.

Pada pneumonia, terjadi peradangan atau infeksi pada kantung-kantung udara di paru paru (alveoli). Pada kondisi ini alveoli dipenuhi oleh cairan atau nanah, itulah mengapa sering disebut dengan istilah paru-paru basah.

Pneumonia adalah penyakit yang bisa tergolong ringan dan bisa juga tergolong serius, tergantung seberapa parah penyakit tersebut dan seberapa kuat daya tahan tubuh.

Meski begitu, paru-paru basah dapat dicegah sedini mungkin, dengan dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri demi mencegah penularan kuman, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok.

Ciri-ciri paru-paru basah terlihat dari kondisi alveolus yang terisi cairan atau nanah yang menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Gejala paru-paru basah bisa terlihat dengan kemunculan sejumlah gangguan pada penderitanya, antara lain:

  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk;
  • Batuk kering atau disertai dahak dan mengi;
  • Napas cepat dan kesulitan bernapas (asma);
  • Demam;
  • Menggigil, dan sering berkeringat;
  • Nyeri otot;
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah;
  • Jantung berdebar

Pneumonia ringan bisa ditangani dengan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter, cukup istirahat, dan banyak minum. Pengidap tak perlu perawatan di rumah sakit.

Bila penderita memiliki kondisi fisik yang biasanya sehat, biasanya akan pulih sendiri secara normal setelah 14-21 hari.

Namun, apabila gejala pneumonia sama sekali tidak membaik dalam 48 jam, penderita disarankan kembali menghubungi dokter.

Mungkin antibiotik yang dikonsumsi tidak efektif untuk membasmi bakteri pemicu pneumonia. Atau pnemonia disebabkan oleh faktor lain, misalnya virus.

Penularan penyakit paru-paru basah biasanya melalui perantara udara. Oleh karena itu penderita disarankan agar beristirahat di rumah atau menggunakan masker untuk meminimalisir kemungkinan menularkan bakteri ke orang lain.

Info detail tentang penyakit paru-paru basah atau pneumonia bisa dibaca disini.

  1. Paru-Paru Kering

Sedangkan paru-paru kering, adalah penyakit  yang disebabkan oleh kurangnya cairan pada organ paru paru. Kondisi ini yang membedakannya dengan penyakit paru-paru basah.

Paru-paru kering adalah istilah lain yang digunakan untuk menyebut Flek paru atau TBC paru.

Pada tahap awal, flek paru-paru kemungkinan tidak menimbulkan gejala apapun seperti yang disebutkan sebelumnya. Namun, sejumlah gejala berikut bisa juga muncul, di antaranya :

  • Susah bernafas;
  • Rasa sakit di dada;
  • Batuk (biasanya disertai dahak);
  • Warna dahak berubah dan semakin banyak
  • Keringat berlebih khususnya saat malam;
  • Mudah lelah;
  • Demam;
  • Berat badan turun drastis;
  • Timbul suara mengi.

Bila ditemukan gejala seperti disebutkan diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, karena ada banyak kemungkinan penyakit infeksi lain yang gejalanya serupa.

Dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara penyakit) dan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lab atau foto rotgen dada bila diperlukan.

Bila hasil diagnosa dokter positif, maka pasien harus langsung menjalani perawatan agar infeksi dapat segera disembuhkan.

Pasien biasanya diharuskan mengkonsumsi beberapa jenis obar selama 6 bulan atau lebih, dan sebaiknya pasien harus mengikuti anjuran dokter mengkonsumsi obat secara disiplin.

Sebab, bila lalai,  bisa menyebabkan infeksi semakin sulit ditangani, karena bakterinya telah menjadi kebal terhadap obat yang diberikan.

Sedangkan bagi pasien yang harus menjalani pengobatan melalui terapi observasi, maka ia biasanya harus opname di rumah sakit selama 2-4 minggu agar penyakitnya tak sampai menulari orang sekitar.

Demikian beberapa perbedaan penyakit paru-paru basah dengan paru-paru kering. Kedua penyakit ini meski dapat sembuh bisa sangat berbahaya apabila penderita terlambat memeriksakan diri ke dokter.

Baik paru-paru basah, maupun paru-paru kering, gejalanya sangat beragam,  terutama jika sudah menuju tahap serius. Bahkan, beberapa gejala penyerta yang lain cenderung lebih menonjol.

Namun, yang lebih ironis, pneumonia ringan biasanya ditandai dengan batuk pilek biasa. Itulah sebabnya, penderita sering telat mengetahui kondisi kesehatan paru paru nya yang sedang mengalami gangguan.

Leave a Reply